Liputan6.com, Jakarta - Google dilaporkan tengah menyiapkan perubahan besar pada tampilan Quick Settings di Android 17. Bocoran terbaru mengindikasikan, OS milik Google ini bakal memperbaiki keputusan desain antarmuka yang selama ini paling sering dikritik pengguna.
Selama bertahun-tahun, panel Quick Setting Android diketahui nyaris tidak ada perubahan. Notifikasi dan kontrol sistem masih berada dalam satu layar sama. Pada ponsel standar seperti Pixel, pengguna harus mengusap layar ke bawah satu kali untuk melihat notifikasi, lalu usap laig untuk mengakses tombol pengalih.
Banyak pihak menilai pola ini kurang efisien, terutama di ponsel dengan layar besar. Kebocoran mengenai Android 17 memberi sinyal, Google akhirnya siap menghadirkan tampilan lebih rapi, terpisah, dan fungsional untuk notifikasi serta kontrol sistem.
Mengutip Android Central, Selasa (20/1/2026), bocoran dari Mystic Leaks di Telegram mengungkap, Google sedang menguji tampilan baru yang lebih bersih dan terorganisir. Model satu panel besar disebut akan ditinggalkan.
Dalam pengujian internal Android 17, Google dikabarkan menerapkan teta letak layar terpisah yang sebenarnya. Usapan dari sisi kiri layar akan menampilkan notifikasi saja. Sedangkan usapan di sisi kanan akan langsung membuka Quick Settings.
Pendekatan ini sebenarnya bukan hal baru di Android. Sejumlah produsen seperti Samsung dan Xiaomi sudah lebih dulu menerapkannya melalui antarmuka masing-masing. Bedanya, Google akan menjadikannya sebagai fitur bawaan Android, alih-alih menyerahkannya pada antarmuka kustom.
Berbeda cerita untuk tablet dan perangkat lipat. Bocoran menyebut, mode tampilan terpisah akan diwajibkan pada perangkat layar besar. Pada Pixel Fold, layar bagian dalam akan menggunakan split view, sementara layar luar kemungkinan masih menyediakan opsi kembali ke tampilan lama.
Tombol Wi-Fi dan Data Seluler Bisa Kembali Terpisah
tombol konektivitas internet. Sejak Android 12, Google menggabungkan Wi-Fi dan data seluler dalam satu tombol Internet, yang mengharuskan pengguna membuka menu tambahan untuk berpindah jaringan.
Bocoran terbaru menunjukkan Android 17 mungkin akan menghadirkan kembali tombol terpisah untuk Wi-Fi dan data seluler. Mystic Leaks mengatakan Google sedang menguji tata letak yang memuat lebih cepat dan memberi pengguna akses sekali sentuh.
Dengan cara ini, pengguna akan tetap aman dari sentuhan tidak disengaja, sementara pengguna mahir mendapat control yang lebih cepat.
Meski demikian, seluruh fitur ini masih tersembunyi dalam tahap awal pengembangan Android 17. Artinya, Google masih bisa mengubah, menunda, atau bahkan membatalkannya sebelum versi final resmi dirilis.
Pengalaman Ganti HP Android Dinilai Tertinggal
Di sisi lain, OS Android terus berkembang, mulai dari fitur semakin lengkap, performa kian stabil, dan pilihan perangkat tersedia di berbagai kelas harga. Namun di balik hal tersebut ada satu persoalan masih menjadi keluhan pengguna.
Salah satunya adalah proses memindahkan data saat berganti ponsel atau migrasi. Mengutip laporan Android Authority, Selasa (13/1/2026), pindah data antarperangkat OS Android masih dianggap rumit dan tidak konsisten.
Prosesnya sering memakan waktu lama dan hasilnya tidak selalu lama di setiap merek ponsel. Kondisi ini dinilai kontras dengan pengalaman pengguna iPhone.
Apple dinilai berhasil menghadirkan sistem migrasi data nyaris tanpa hambatan. Fitur migrasi iPhone disebut sebagai salah satu keunggulan iOS yang layak ditiru oleh Google.
Migrasi iPhone Nyaris Tanpa Sentuhan Pengguna
Bagi pengguna iPhone, berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain sangat mudah. Pengguna cukup mendekatkan perangkat lama dan baru, lalu sistem akan secara otomatis menyalin hampir seluruh isi ponsel.
Data yang dipindahkan mencakup pesan, foto, aplikasi lengkap dengan status login, kata sandi, hingga susunan layar utama. Setelah proses selesai, iPhone baru bisa langsung menggunakan ponsel baru tanpa perlu melakukan pengaturan ulang.
Penglaman ini konsistensi ini di s eluruh model iPhone. Salah satu alasannya karena perusahaan mengelola OS miliknya secara terpusat. Seluruh iPhone berjalan di iOS dengan standar kompatibilitas tinggi, meskipun tidak berada pada versi sistem operasi terbaru.
Apple juga memberikan dukungan lewat layanan iCloud. Pengguna iPhone baru mendapatkan fasilitas penyimpanan cloud gratis untuk mencadangkan data. Cadangan ini bisa dibuat sebelum perangkat baru diterima, termasuk saat pengguna mengikuti program trade-in.
iCloud juga melakukan pencadangan otomatis setiap hari selama perangkat terhubung ke Wi-Fi dan sedang diisi daya. Cadangan tersebut juga mencakup Apple Watch, sehingga pengguna tidak perlu mengatur ulang perangkat pendukung.
Mengapa Vendor HP Android Kerap Meniru Apple?
Beberapa merek HP Android kerap disebut meniru desain yang lebih dulu diperkenalkan Apple, khususnya iPhone. Meski kerap menuai kritik, produk 'imitasi' kadang mendapat sanjungan.
Dalam praktiknya, beberapa merek besar seperti Huawei, Xiaomi, hingga Samsung pernah meniru desain khas Apple, baik dari sisi perangkat keras hingga perangkat lunak yang menjadi bagian penting dalam pengalaman pengguna.
Dalam kurun 12 bulan terakhir, setidaknya terdapat 10 ponsel Android yang disebut memiliki kemiripan dengan iPhone, baik dari model terbaru maupun generasi sebelumnya.
Fenomena ini menjadi salah satu aspek Android yang kerap dianggap paling membuat frustasi. Pasalnya, sejumlah produsen dinilai lebih meniru Apple ketimbang mempertahankan ide dan prinsip desain yang sebenarnya.
Pertanyaan Relevansi
Dilansir 9tp5Google, Senin (12/1/2026), Apple memiliki produk yang berkualitas tinggi di masing-masing kategorinya, lintas platform.
Salah satu kekuatan utama perusahaan asal Curpertino, Amerika Serikat (AS) ini yaitu kemampuannya menjadi teknologi sebagai simbol aspiratif.
Strategi penepatan harga kelas premium turut membangun persepsi kualitas yang tetap sulit ditandangi oleh banyak produsen Android. Di berbagai pasar sering kali Android mengadopsi prinsip Apple, mengingat perusahaan tersebut terus mendominasi penjualan smartphone dan aksesori di segmen premium.
Penjualan tersebut berjalan seiring dengan kuatnya pengaruh budaya Apple di berbagai pasar sebagai merek “mewah” dan aspiratif.
Posisi ini memudahkan Apple dalam menarik konsumen yang telah siap mengeluarkan dana besar untuk ekosistem produknya, mulai dari ponsel, tablet, jam tangan pintar, earbuds, hingga laptop.
Meniru pendekatan Apple pun menjadi jalan pintas bagi banyak produsen Android untuk tetap relevan. Tak heran, banyak merek kerap membandingkan angka dan spesifikasi produk Apple dalam presentasi peluncuran sebagai upaya meyakinkan konsumen yang masih ragu untuk membeli produk Android.
Google Tingkatkan Keamanan Android 17 Lewat App Lock, Apa Fungsinya?
Google diam-diam menyempurnakan sistem penguncian aplikasi bawaan di Android 17 dengan petunjuk baru yang mengungkapkan bagimana aplikasi yang terkunci akan berjalan di seluruh notifikasi dan UI sistem.
Mengutip Digital Trends, Minggu (11/1/2026) informasi ini terungkap dari bocoran Android 17 versi Canary yang dikutip Android Authority. Dalam laporan tersebut disebutkan, notifikasi baru dari aplikasi yang dilindungi oleh fitur App Lock bawaan sistem operasi akan tetap muncul di layar, namun detail penting di dalamnya disembunyikan.
Sebagai contoh, jika pengguna mengunci aplikasi WhatsApp dan menerima pesan baru saat ponsel dalam mode tidur. Notifikasi WhatsApp masih akan muncul di layar kunci atau sebagai notifikasi pop-up. Namun, isi pesan maupun percakapan tidak akan terlihat sampai pengguna membuka kunci aplikasi tersebut.
Dengan langkah ini, Android 17 menerapkan sistem penguncian aplikasi di tingkat sistem operasi. Di mana, konten notifikasi akan tetap tersembunyi sampai pengguna melakukan autentikasi, seperti sidik jari, pengenalan wajah, maupun konten keamanan lain yang didukung perangkat.
Meski belum jelas apakah nama aplikasi yang dikunci masih akan ditampilkan pada notifikasi, sejumlah produsen ponsel Android (OEM) saat ini tetap menampilkan nama aplikasi tanpa detail isi. Google memperkirakan akan menerapkan pendekatan serupa demi konsistesi pengalaman pengguna.
Pengembangan ini didasarkan dari temuan sebelumnya terkait App Lock API di Android 17. Google disebut sedang mengerjakan sistem pengunci aplikasi individual tanpa perlu aplikasi pihak ketiga yang selama ini memiliki implementasi berbeda-beda di tiap perangkat.
Saat fitur ini hadir, fitur harus terintegrasi ke dalam sistem operasi Android, sehingga memungkinkan aplikasi dikunci secara manual atau otomatis dan memerlukan otetikasi biometrik untuk membukanya. Penguncian aplikasi bawaan diharap mampu menstandarkan kontrol privasi di seluruh platform.
Fitur tersebut dinilai akan sangat berguna untuk aplikasi perbankan, perpesanan, atau aplikasi terkait pekerjaan yang berisi informasi sensitif atau pribadi. Terutama bagi pengguna ponsel Pixel atau Android yang kerap meminjamkan ponselnya kepada orang lain.
Walau begitu, Google belum mengumumkan fitur ini secara resmi. Fitur ini terus dikembangkan dan disempurnakan secara bertahap. Jika Perusahaan terus mengerjakannya sesuai rencana, Android 17 seharusnya akan memiliki sistem penguncian aplikasi bawaan sendiri saat diluncurkan utnuk ponsel Pixel dan perangkat Android versi stock.

2 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477019/original/003543200_1768806228-New_Project.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4493369/original/083394200_1688642378-IMG_20230706_180930_408.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477845/original/095839700_1768883434-Infinix_Note_Edge_3.webp)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5443816/original/066311100_1765758311-Oppo_Flagship_Store_04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5474073/original/037917000_1768466045-Oppo_Reno_15_Series_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412907/original/006280700_1763108886-Galaxy_Z_Flip_7.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426749/original/093696900_1764315934-One_UI_8.5_Galaxy_S25_Ultra.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436472/original/002419500_1765175172-samsung-galaxy-s26-ultra.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477012/original/054542900_1768806227-New_Project.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357805/original/065820300_1758545897-Screenshot_2025-09-22_194216.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375861/original/029428000_1759984769-iPhone_Fold_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4359787/original/028392900_1678902457-mariia-shalabaieva-5NZJLNuBYyA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466750/original/002768900_1767853711-OpenAI_Rilis_ChatGPT_Health_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5475769/original/060517500_1768648394-5_Fitur_Spotify_yang_Jadi_Alasan_Banyak_Pengguna_Enggan_Pindah_ke_Aplikasi_Lain.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460907/original/041515600_1767326098-Jadwal_M7_01.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408540/original/092632300_1762822649-Honor_X70__Gizmochina_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475823/original/048851800_1768660252-Onic_Lolos_Knockout_Stage_M7__Team_Falcons_Tersingkir_Usai_Duel_Panas_Bo3.png)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368069/original/029796200_1759335348-IMG_20251001_174918_465.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4363973/original/012046500_1679223657-n-beefsteak-a-20171103.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377050/original/026970200_1760074385-IMG_8595-01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360891/original/065670900_1758768876-p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362505/original/043191700_1758866672-VERIVERY.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4859453/original/032379200_1718064633-iOS_18_03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362278/original/067253500_1758858855-WhatsApp_Image_2025-09-26_at_06.41.15_0f51eba0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352041/original/048616800_1758091081-Xiaomi_17_Pro_Max_Mirip_iPhone_17_Pro_Max_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5343585/original/083090000_1757445757-iPhone_17_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5361675/original/056994400_1758790239-WhatsApp_Image_2025-09-25_at_15.13.42.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5377312/original/048394600_1760088267-iPhone_17_Series_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377883/original/060068900_1760165800-ClipDown.com_538697234_18482627983072710_432624515930713201_n.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357619/original/021155300_1758534666-Screenshot_2025-09-22_162552.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357769/original/090512900_1758541852-ONIC__EVOS_Divine__RRQ_Kazu__dan_Bigetron_by_Vitality__bersama_dengan_jajaran_Kemenpora__PBESI__dan_Garena_01.jpg)
