Aldo Sianturi Bahas Kesejahteraan Musisi, Sebut Inovasi Karaoke Rumahan Solusi Royalti Transparan

5 hours ago 1

Jadi intinya...

  • RiSing, teknologi portabel baru, diluncurkan untuk hiburan keluarga dan pengembangan bakat vokal.
  • Aldo Sianturi melihat potensi RiSing sebagai sumber penghasilan tambahan bagi pencipta lagu.
  • RiSing menjamin transparansi royalti dengan sistem pemantauan akurat dan penyaluran via lembaga.

Liputan6.com, Jakarta - Peringatan Hari Musik Nasional pada 9 Maret 2026 menjadi titik balik penting bagi ekosistem industri kreatif di tanah air melalui kehadiran teknologi terbaru. Momen ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan sebuah terobosan yang menghubungkan kebutuhan hiburan keluarga dengan upaya penguatan hak ekonomi para pelaku seni. Aldo Sianturi selaku pengamat musik melihat potensi besar pemanfaatan teknologi portabel untuk pengembangan bakat individu. Ia menilai kehadiran alat yang praktis membantu masyarakat dalam mengeksplorasi kemampuan vokal mereka secara mandiri.

"Wah berita menarik nih, saya mendukung sekali RiSing ini menjadi alat hiburan keluarga yang praktis, mudah digunakan serta portabel. Buat yang suka nyanyi ini jadi alat yang oke banget nih. Bisa juga buat kalian yang mau belajar nyanyi untuk latihan dan mengembangkan bakatnya," kata Aldo Sianturi kepada wartawan.

Lebih dari sekadar alat hiburan, Aldo juga menyoroti aspek krusial terkait pengelolaan lisensi yang sering kali menjadi ganjalan dalam industri musik digital. Ia menegaskan bahwa inovasi semacam ini harus diiringi dengan komitmen kuat dalam menjaga keberlangsungan pendapatan para pencipta lagu melalui sistem yang teratur.

"Inovasi seperti RiSing menarik karena menghadirkan karaoke sebagai hiburan keluarga yang praktis dan portabel. Yang penting, jika lisensi dan royalti dikelola dengan baik, platform seperti ini juga bisa membuka potensi tambahan penghasilan bagi para pencipta lagu," ungkap pengamat musik tersebut.

Masalah transparansi yang selama ini menjadi keluhan para musisi diharapkan dapat teratasi melalui model bisnis yang diusung oleh platform karaoke rumahan ini. Sosok yang juga aktif memberikan edukasi melalui kelas bisnis musik ini mengapresiasi integritas pengelola dalam menjalankan amanah pembagian hak ekonomi bagi para pemilik karya.

"Dan ini menambah nilai manfaat bagi para pencipta lagu untuk pundi-pundi penghasilan mereka. Karena saya dengar RiSing sangat amanah dalam hal royalti buat para pencipta lagu. Jadi sebuah alternatif income buat para pencipta lagu," jelas Aldo Sianturi.

Dikelola dan Disalurkan Melalui Lembaga

Judystira Setyadji selaku Founder RiSing, menjelaskan bahwa untuk menjamin transparansi, RiSingdilengkapi dengan sistem pemantauan jumlah lagu yang dimainkan secara akurat dan bisa dipantau langsung. Melalui fitur ini, setiap pemilik hak cipta dapat memastikan data penggunaan karya mereka tidak dimanipulasi oleh pihak mana pun.

"Jadi para musisi atau produser lainnya bisa melihat, 'Oh ternyata jumlah lagu saya yang dimainkan. Untuk memastikan satu lagu terhitung diputar, pengguna setidaknya harus menyanyikannya dengan durasi minimal 30 detik. Seluruh data penggunaan lagu tersebut nantinya akan dikelola dan disalurkan melalui lembaga terkait agar pembagiannya lebih teratur," jelas Judystira.

Segala Perhitungan Lagu

Keseriusan dalam menjaga ekosistem musik yang sehat dibuktikan dengan adanya kerja sama strategis antara pihak manajemen dengan lembaga manajemen kolektif. Judystira menegaskan bahwa seluruh laporan penggunaan lagu akan diserahkan secara berkala demi menjamin hak para seniman tersampaikan dengan tepat.

"Segala perhitungan lagu ini akan kita kasihkan ke partner kita yaitu ASIRINDO. hingga konsumen yang ingin belajar bernyanyi pun juga bisa mengikuti irama lagu tersebut," tutup Judystira.

Dibintangi Luna Maya dan Reza Rahadian, Ini 6 Tokoh Kunci Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |