7 Hal yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Beli HP di 2026

5 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Memilih ponsel pintar di tahun 2026 bukan lagi sekadar melihat spesifikasi di atas kertas biasa. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, terutama di era kecerdasan buatan (AI) dan konektivitas super cepat, keputusan pembelian membutuhkan pertimbangan yang lebih matang.

Konsumen perlu memahami bahwa fitur-fitur baru seperti AI di perangkat dan dukungan perangkat lunak jangka panjang menjadi krusial. Hal ini memastikan ponsel tidak hanya canggih saat dibeli, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan di masa depan. Oleh karena itu, panduan ini sangat penting untuk membantu Anda membuat pilihan yang cerdas.

Dari dukungan AI hingga daya tahan baterai, setiap aspek memiliki peran vital dalam menentukan kualitas dan fungsionalitas sebuah perangkat. Mempertimbangkan faktor-faktor ini akan membantu Anda mendapatkan ponsel yang optimal. Ini juga akan menghindarkan Anda dari penyesalan di kemudian hari. Berikut 7 Hal yang wajib dipertimbangkan sebelum beli HP di 2026 agar investasi Anda tetap relevan dan bernilai jangka panjang.

Dukungan AI di Perangkat (On-Device AI)

Pada tahun 2026, Kecerdasan Buatan (AI) bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan inti dari pengalaman smartphone modern. Fitur AI yang fungsional akan membuat HP Anda tetap relevan lebih lama. Kemampuan AI kini merambah ke berbagai aspek, mulai dari fotografi, efisiensi baterai, hingga keamanan data.

Ponsel ideal di tahun 2026 harus memiliki pemrosesan AI langsung di perangkat (on-device AI), bukan hanya bergantung pada internet. Tren smartphone berbasis AI diprediksi akan semakin menarik. Bahkan, teknologi yang sebelumnya hanya ada di ponsel flagship kini sudah bisa dinikmati di kelas harga Rp3 jutaan.

Pembaruan Perangkat Lunak & Keamanan Jangka Panjang

Dukungan perangkat lunak jangka panjang menjadi sangat krusial untuk memastikan ponsel Anda tetap aman, kompatibel dengan aplikasi terbaru, dan mendapatkan fitur-fitur inovatif. Samsung dan Google telah meningkatkan komitmen mereka secara signifikan dalam hal ini.

Google Pixel 10, yang dirilis pada akhir Agustus 2025, akan menerima 7 tahun pembaruan sistem operasi dan keamanan. Ini berarti ponsel tersebut akan didukung penuh hingga setidaknya tahun 2032. Samsung juga menjanjikan 7 tahun pembaruan OS Android dan patch keamanan untuk model flagship terbarunya seperti Galaxy S24 Ultra.

Meskipun ponsel Anda akan tetap berfungsi jika tidak lagi menerima pembaruan perangkat lunak, kurangnya dukungan ini dapat menimbulkan risiko keamanan. Hal ini juga dapat menyebabkan masalah kompatibilitas dengan aplikasi yang lebih baru. Apple juga dikenal dengan dukungan perangkat lunak jangka panjangnya, dengan beberapa model iPhone 17 yang diperkirakan akan menerima pembaruan hingga 7 tahun.

Jaringan: 5G, WiFi 7, dan eSIM untuk Konektivitas Maksimal

Konektivitas adalah tulang punggung pengalaman smartphone modern yang tidak bisa diabaikan. Di tahun 2026, HP idealnya sudah mendukung 5G-Advanced dan Wi-Fi 7 untuk koneksi internet yang lebih stabil dan cepat.

Teknologi 5G telah menjadi standar, dan banyak ponsel yang dirilis pada tahun 2026 akan menawarkan pengalaman 5G terbaik. Contohnya adalah Apple iPhone 17 Pro Max, Samsung Galaxy S25 Ultra, dan Google Pixel 10 Pro.

WiFi 7 (802.11be) diharapkan menjadi standar baru yang membawa kecepatan internet lebih tinggi. Beberapa ponsel yang sudah mendukung WiFi 7 di tahun 2026 antara lain Samsung Galaxy S25 Ultra dan iPhone 17 Pro. WiFi 7 secara teori mampu menghadirkan kecepatan internet sangat tinggi, bahkan hingga puluhan Gbps.

Dukungan eSIM juga menjadi pertimbangan penting bagi pengguna modern. eSIM memungkinkan Anda beralih operator atau paket data tanpa perlu mengganti kartu SIM fisik. Ini menawarkan fleksibilitas dan kenyamanan lebih, dan tren ini diperkirakan akan mengakhiri era kartu SIM fisik.

Daya Tahan Baterai & Teknologi Pengisian Cepat

Penggunaan smartphone yang intensif menuntut daya tahan baterai yang mumpuni dan kemampuan pengisian daya yang cepat. Di tahun 2026, ponsel dengan baterai besar (misalnya 7.000–7.600 mAh) semakin umum ditemukan, bahkan di segmen menengah.

Teknologi pengisian cepat seperti 45W, 67W, atau bahkan 100W SuperVOOC juga menjadi fitur standar. Contohnya, Redmi Note 15 Pro+ 5G hadir dengan baterai 6500mAh. Sementara Realme 14 5G memiliki baterai 6000mAh dengan 45W Fast Charge.

Teknologi pengisian cepat memungkinkan Anda mengisi daya ponsel dalam waktu singkat. Sebagai contoh, pengisian 67W dapat mengisi penuh baterai dalam waktu sekitar 40 menit. Hal ini sangat mendukung produktivitas tanpa henti.

Kamera: Kualitas Nyata, Bukan Gimmick

Kamera smartphone terus berevolusi, dengan fokus pada kualitas nyata yang didukung oleh fotografi komputasi dan AI. Hal ini lebih diutamakan dibandingkan sekadar angka megapiksel tinggi yang seringkali hanya menjadi gimmick.

Di tahun 2026, kamera periskop untuk zoom jarak jauh dan sensor beresolusi sangat tinggi (misalnya 200MP atau 108MP) menjadi umum. Pemrosesan gambar berbasis kecerdasan buatan juga menjadi kunci utama.

Menariknya, tren sensor kamera 1 inci yang sempat digadang-gadang sebagai masa depan fotografi smartphone justru semakin jarang ditemukan di ponsel pintar kelas atas pada tahun 2026. Produsen lebih memilih optimalisasi perangkat lunak dan desain yang lebih ringkas.

Kolaborasi dengan merek kamera legendaris seperti Zeiss atau Leica masih ada di segmen ultra-flagship. Namun, konsumen kini lebih mengutamakan kemampuan teknis asli dibandingkan label merek semata. Fitur seperti Optical Image Stabilization (OIS) dan mode malam yang bersih juga menjadi standar untuk hasil foto yang tajam dan stabil.

Spesifikasi Sesuai Kebutuhan + RAM Minimal 8GB

Dengan semakin kompleksnya aplikasi dan fitur AI, spesifikasi hardware yang memadai adalah keharusan mutlak. Pada tahun 2026, RAM 8GB telah menjadi standar minimum, bahkan untuk HP di segmen harga Rp2 jutaan.

RAM 8GB ini penting untuk multitasking yang lancar, menjalankan media sosial, dan bahkan editing video ringan tanpa hambatan. Ponsel flagship dapat menawarkan RAM hingga 12GB, 16GB, atau bahkan 24GB untuk performa ekstrem.

Prosesor juga menjadi kunci utama, dengan chipset seperti Snapdragon 8 Elite Gen 4 atau Apple A19 Pro menawarkan performa tinggi. Ini sangat mendukung untuk gaming berat dan aplikasi AI yang menuntut. Penyimpanan internal yang lega (misalnya 256GB atau 512GB) juga penting karena ukuran aplikasi dan media semakin besar.

Yang terpenting, sesuaikan spesifikasi HP yang akan Anda beli dengan kebutuhan harian dan budget Anda.

Harga & Nilai Jangka Panjang

Mempertimbangkan harga dan nilai jangka panjang adalah langkah cerdas sebelum membeli ponsel baru. Di tahun 2026, ponsel kelas menengah menawarkan nilai yang sangat baik, dengan banyak fitur flagship yang kini tersedia di harga yang lebih terjangkau.

Namun, ada fenomena "inflasi AI" yang menyebabkan kenaikan harga RAM dan penyimpanan. Hal ini berpotensi memaksa produsen untuk menurunkan kualitas atau spesifikasi di ponsel kelas menengah terbaru.

Ponsel flagship lama, misalnya flagship dua tahun lalu, bisa menjadi alternatif cerdas. Mereka menawarkan sebagian besar manfaat flagship dengan harga lebih rendah dan dukungan perangkat lunak yang masih panjang. Sebagai contoh, Samsung Galaxy S23 Series masih akan menerima pembaruan hingga 2030.

Pertimbangkan juga material premium dan daya tahan yang lebih baik pada flagship lama dibandingkan bodi plastik pada perangkat mid-range baru. Kualitas build juga mempengaruhi daya tahan jangka panjang, serta nilai jual kembali yang lebih baik.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |