4 Syarat Shanty untuk Calon Suaminya Kelak, Dari Sayang Anak Sampai Finansial Stabil

4 hours ago 3

Jadi intinya...

  • Shanty merilis lagu "I Do" sebagai bentuk penerimaan diri pasca perceraian.
  • Ia menetapkan empat syarat utama untuk calon suami: sayang anak, role model, finansial stabil, dan mengenali diri.
  • Shanty belajar dari Maia Estianty tentang pentingnya doa detail dan keyakinan pada Tuhan.

Liputan6.com, Jakarta - Setelah mengonfirmasi kabar perceraian, Shanty kembali produktif di industri seni Tanah Air. Ia merilis lagu baru, “I Do.” Sebelum lagu itu sampai ke tangannya, Shanty melewati perjalanan spiritual lalu menyatakan “i do” kepada diri sendiri dan semesta sebagai bentuk penerimaan diri atas apapun yang terjadi dalam hidup. Ia mengucap “i do” sembari membuka hati dengan lapang. Ia belajar lebih menyayangi diri sendiri dan keluarga kemudian membuka hati untuk yang lain termasuk kemungkinan menikah lagi di masa mendatang.

Untuk calon suami di masa depan, Shanty mengajukan setidaknya empat syarat. “Pertama, harus sayang sama anak-anak. Harus. Karena sudah sepaket, jadi take it or leave it. Kedua, harus jadi role model yang baik untuk anak-anak. Itu harga mati,” Shanty membeberkan.

“Ketiga, finansial harus stabil. Ya, hari gini dan aku pun juga membangun karier dari nol, kan? Keempat, sudah enggak ingin bertemu orang yang masih kebingungan dengan hidupnya sendiri. Dia harus menemukan dan mengenali diri sendiri, aku pun juga,” urainya.

Empat poin di atas syarat “general.” Shanty punya syarat detail yang disampaikan kepada Tuhan dalam doa. Pelantun “Oh Kasih” percaya, Tuhan maha melihat dan mendengar. Garis waktu Tuhan yang terbaik. Soal doa yang detail, Shanty belajar dari pengalaman Maia Estianty saat akhirnya bertemu Irwan Mussry. Kini, Maia Estianty hidup bahagia dengan sang pengusaha dan tengah menanti kelahiran cucu pertama.

Belajar dari Maia Estianty

“Satu yang aku belajar sama Maia Estianty. Dia bilang waktu bertemu Mas Irwan, dia juga manifest. Maia bilang harus yakin, karena Tuhan itu sesuai dengan prasangka hambaNya,” Shanty mengingat.

Jadi yang harus dilakukan manusia adalah menjalani hidup dengan penuh doa dan amalan seraya terus mengimani kebaikan Tuhan. Manusia harus yakin doanya akan dijawab Tuhan dengan caraNya.

Berbicara Kepada Tuhan

Dalam wawancara eksklusif bersama Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta, belum lama ini, Shanty sejenak menoleh ke belakang dan melihat beragam romantika dalam hidupnya. Setelahnya, makin dekat kepada Tuhan.

“Jadi, saya berbicara kepada Tuhan kayak ngomong sama sahabat. Kita kalau sama sahabat kan enggak mau mengecewakan tapi kenapa kalau sama Tuhan kok berani mengecewakan? Itu yang aku suka enggak mengerti,” akunya.

Kesombongan Manusiawiku Dipatahkan

Beragam pengalaman hidup membuat Shanty belajar banyak hal. Salah satunya, tak semua hal dalam hidup bisa dikontrol. Mengingat, manusia punya kekurangan, kelebihan, dan keterbatasan. Berkaca pada pengalaman, ia melangkah dalam ikhlas dan legawa.

“Jadi kalau dulu, saya terlalu manusiawi, merasa bisa mengontrol segalanya. Saya bisa mengerjakan semuanya sendiri bla-bla-bla. Sekarang, kesombongan manusiaku dipatahkan (Tuhan). Kayak, sudah deh Neng, serahkan kepada Tuhan,” Shanty mengakhiri.

Film “Tiba Tiba Setan” Tembus 1 Juta Penonton, Tonggak Bersejarah bagi Ess Jay Studio  

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |