10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam

11 hours ago 2

loading...

ANKARA - Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara memutuskan sudah waktunya untuk mengubah nama mereka. Alasannya beragam, tetapi setiap perubahan memiliki latar belakang dan efek riak tersendiri.

10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam

1. Turki Mengumumkan Perubahan Nama Secara Resmi

Melansir AOL, pada tahun 2022, Turki meminta komunitas internasional untuk menyebutnya sebagai "Turkiye," nama dalam bahasa Turki. Para pejabat mengatakan perubahan tersebut akan lebih mencerminkan budaya nasional dan menghilangkan kebingungan dengan burung besar yang dikenal sebagai hidangan makan malam liburan. PBB menerima permintaan tersebut dengan cepat, dan organisasi internasional pun mengikutinya.


2. Makedonia Utara Menyelesaikan Perdebatan Panjang

Republik Makedonia setuju pada tahun 2019 untuk menyesuaikan namanya menjadi Republik Makedonia Utara. Langkah ini diambil untuk menyelesaikan perselisihan yang telah berlangsung selama beberapa dekade dengan Yunani.

Konflik tersebut berpusat pada klaim atas nama "Makedonia," yang juga merupakan nama sebuah wilayah di Yunani utara. Nama baru tersebut membantu membuka jalan bagi keanggotaan NATO dan menunjukkan bagaimana negosiasi diplomatik dapat membentuk kembali peta.

3. Belanda Mengucapkan Selamat Tinggal pada Holland

Pada tahun 2020, pemerintah Belanda secara resmi menghapus "Holland" dari penggunaan internasional. Alasannya? Holland hanya merujuk pada dua provinsi—Holland Utara dan Selatan—sementara negara tersebut mencakup sepuluh provinsi lainnya. Perubahan ini bertujuan untuk memberikan sorotan yang sama kepada seluruh negara dan menjauh dari stereotip yang hanya terkait dengan satu wilayah.

4. Republik Ceko Menggunakan Singkatan Czechia

Meskipun "Republik Ceko" masih benar, negara tersebut meluncurkan "Czechia" pada tahun 2016 sebagai bentuk singkat yang lebih disukai. Nama tersebut lebih cocok untuk jersey olahraga dan acara di panggung global.

Meskipun pembaruan ini tidak terlalu diperhatikan oleh sebagian orang, banyak organisasi dan perusahaan internasional secara bertahap beralih ke nama tersebut selama beberapa tahun terakhir.

5. Eswatini Kembali Menggunakan Nama Pra-Kolonialnya

Pada tahun 2018, Raja Mswati III menandai 50 tahun kemerdekaan Swaziland dengan mengubah nama Swaziland menjadi Eswatini. Nama baru ini berarti "Tanah Swazi" dalam bahasa setempat.

Nama ini menggantikan versi yang diadaptasi ke bahasa Inggris yang diberlakukan selama pemerintahan kolonial dan membantu mengklarifikasi kebingungan tentang Swiss.

6. Cape Verde Kembali ke Cabo Verde

Negara kepulauan Afrika Barat yang dikenal sebagai Cape Verde pada tahun 2013 meminta untuk disebut secara internasional sebagai Cabo Verde, nama yang digunakan dalam bahasa Portugis.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |