Jakarta, CNN Indonesia --
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mengingatkan agar proses persidangan kasus penyiraman air keras oleh empat anggota BAIS ke aktivis KontraS Andrie Yunus di Pengadilan Militer Jakarta tidak menjadi tontonan yang justru merusak kepercayaan publik.
Ia menyatakan proses persidangan harus mampu menunjukkan wibawa negara dan integritas penegakan hukum, sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Yusril menyampaikan itu dalam merespons pertanyaan ihwal pernyataan-pernyataan majelis hakim militer yang viral dan menuai kontroversi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan sampai muncul kesan bahwa persidangan ini sekadar formalitas atau bahkan menjadi tontonan yang merusak kepercayaan publik terhadap negara dan institusi penegak hukum," kata Yusril dalam keterangannya, Jumat (8/5).
Yusril menyatakan pemerintah memiliki kewajiban konstitusional untuk menjaga tegaknya hukum dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Oleh karena itu, ia menekankan proses peradilan yang berjalan secara baik, terbuka, dan adil akan berdampak penting terhadap citra negara di mata masyarakat maupun dunia internasional.
Yusril menegaskan bahwa pemerintah berharap agar seluruh proses persidangan ini berjalan sesuai hukum acara pidana dan ketentuan KUHP militer yang berlaku.
"Pemerintah pada prinsipnya menjunjung tinggi independensi badan peradilan. Kedudukan kekuasaan yudikatif bersifat independen dan harus bebas dari campur tangan maupun pengaruh pihak mana pun, termasuk Pemerintah," katanya.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus disidangkan di Pengadilan Militer Jakarta. Terdapat empat prajurit Denma BAIS TNI yang menjadi terdakwa dalam kasus ini
Mereka ialah Terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko, Terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, Terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan Terdakwa IV Letnan Satu Sami Lakka.
Belakangan, pernyataan hakim militer di Pengadilan Militer Jakarta dalam persidangan kasus itu menuai sorotan publik. Potongan video pernyataan hakim militer itu belakangan viral di media sosial. Banyak juga yang menyentil pernyataan itu.
Salah satu kritik datang dari eks Menko Polhukam Mahfud MD. Ia menyoroti ucapan hakim yang bertanya ke para terdakwa alasan menggunakan tumbler atau botol minum sebagai tempat cairan pembersih karat dan aki mobil yang disiram ke Andrie.
"Apakah ini fakta tindakan hakim di persidangan? Ataukah hanya rekayasa AI? Saya tak sempat nonton sidangnya. Kalau benar ini atraksi hakim di persidangan: Duh Gusti, mengapa dunia peradilan kita begini?" kata Mahfud dikutip dari cuitan di akun X, Jumat (8/5).
(fra/mnf/fra)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
4




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467221/original/088634900_1767866611-g.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475774/original/076652300_1768649234-pipit_image_1.jpeg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488515/original/050407300_1769755855-Shelter_0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469443/original/087526700_1768118336-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_2.08.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467417/original/011661500_1767880176-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_17.44.05.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466631/original/047247000_1767849868-IMG_9968-02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5169754/original/004758200_1742544934-WhatsApp_Image_2025-03-19_at_18.19.10_b997d6cd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469249/original/027152200_1768101623-1.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475262/original/007233400_1768560829-Tolong_Saya_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473880/original/084419100_1768460771-1.jpg)