X Uji Fitur Blokir Edit Foto oleh Grok, Tapi Celahnya Masih Ada

6 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Platform X yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter diketahui tengah menguji fitur baru berkaitan dengan penggunaan chatbot AI Grok. Fitur ini memberi pengguna opsi untuk membatasi pengeditan gambar yang diunggah di platform media sosial tersebut.

Dilansir Social Media Today dan diverifikasi oleh The Verge, Selasa (10/3/2026), sebuah pengaturan baru muncul di aplikasi X versi iOS dalam bentuk tombol bertuliskan opsi untuk memblokir modifikasi oleh Grok.

Sekilas, fitur ini tampak memberi perlindungan bagi pengguna agar foto yang mereka unggah tidak dapat dimanipulasi menggunakan AI. Namun hasil pengujian menunjukkan fungsi tersebut tidak sepenuhnya bekerja seperti diharapkan.

Teks kecil tertera di bawah nama fitur tersebut menunjukkan adanya batasan cukup signifikan, yaitu pengguna hanya mencegah akun @Grok memodifikasi konten melalui mekanisme penandaan.

Dengan kata lain, pengaturan tersebut hanya membelokir pengguna lain untuk menandai chatbot Grok dalam balasan terhadap gambar di X. Mekanisme ini sebelumnya sering digunakan untuk meminta AI melakukan editing pada gambar.

Fitur pengeditan Grok sempat menjadi sorotan pada awal Januari 2026 setelah kedapatan disalahgunakan untuk menghapus pakaian dari foto pria, wanita, dan anak-anak pada awal Januari.

Fitur ini kemudian diblokir bagi akun X versi gratis sebagai respon atas protes global dari pembuat undang-undang dan regulator. Meski demikian, pengguna berbayar masih dapat melakukan pengeditan gambar dengan menandai bot tersebut.

Meski demikian, pengguna X yang berlangganan masih dapat mengakses kemampuan editing gambar melalui chatbot tersebut dengan menandai akun Grok dalam percakapan.

Opsi fitur tersebut tidak mudah ditemukan oleh pengguna. Saat mengunggah gambar melalui X Post Builder, pengguna dapat menemukannya dengan mengetuk ikon kuas berada di pojok kanan bawah thumbnail gambar. Selanjutnya pengguna perlu memilih ikon bendera yang terletak di pojok kanan bawah bilah alat pengeditan.

Dalam pengujian, opsi untuk memblokir Grok tidak muncul saat proses pengunggahan gambar melalui X versi web. Selain itu, tombol pengaturan tersebut juga tidak tersedia untuk konten lama yang sebelumnya telah diunggah ke platform tersebut.

Fitur Baru X untuk Cegah Edit Gambar oleh Grok Masih Belum Sempurna

Grok Sudah Bisa Diakses Lagi di Indonesia, Kemkomdigi Awasi Ketat Komitmen X Corp. (Liputan6.com/ Yuslianson)

The Verge juga melakukan uji coba dengan mengunggah gambar ke X dengan pengaturan Grok diaktifkan, lalu mencoba mengeditnya menggunakan akun terpisah. Hasilnya menunjukkan bahwa baik pengguna gratis maupun pelanggan Premium tidak dapat mengedit gambar melalui respons @Grok.

Meski demikian, pengaturan tersebut hanya menutup salah satu metode pengeditan gambar menggunakan Grok dan belum sepenuhnya melindungi gambar dari cara lain yang masih tersedia.

Dalam pengujian lanjutan, pengguna masih dapat menekan dan menahan gambar yang telah dilindungi di aplikasi X versi iOS untuk membuka opsi “Edit gambar dengan Grok” menggunakan akun gratis. Opsi tersebut langsung membuka foto di aplikasi Grok tanpa ada pembatasan yang mencegah pengguna memanipulasi gambar.

Selain itu, gambar yang dilindungi juga masih dapat disimpan dan diunggah ulang ke thread X yang sama. Setelah perlindungan dihapus, pengguna kembali dapat menandai Grok untuk mengedit gambar tersebut.

Perlu diingat, bahwa fitur ini belum diumumkan secara resmi oleh pihak platform terkait, sehingga ketersediaan serta status pengembangannya hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti.

Chatbot Grok Milik Elon Musk Tuai Kecaman

 Grok)

Elon Musk lagi-lagi terseret masalah. Kali ini, xAI, perusahaan kecerdasan buatan (AI) miliknya menjadi sorotan setelah chatbot AI Grok kedapatan memproduksi gambar mengarah pada seksualisasi anak.

Hal ini terjadi sebagai respons Grok, chatbot AI milik xAI atas permintaan pengguna. Sontak laporan ini memicu kecaman luas dari pengguna platform media sosial (medsos) X.

Disebutkan, sejumlah unggahan menunjukkan gambar anak di bawah umur dengan pakaian minim yang dibuat pakai fitur editing gambar Grok sempat seliweran di lini masa X sepanjang masa liburan.

Dalam salah satu balasan otomatis kepada pengguna di X, Grok menyatakan pihaknya "sedang segera memperbaiki" masalah tersebut, sebagaimana dikutip dari CNBC, Sabtu (3/1/2026).

Tak hanya itu, chatbot kebanggaan Elon Musk tersebut juga menegaskan materi pelecehan seksual anak bersifat ilegal dan dilarang keras.

Dalam salah satu balasan post ke pengguna, Grok mengunggah pesan mengatakan, "perusahaan dapat menghadapi sanksi pidana atau perdata jika dengan sengaja memfasilitasi atau gagal mencegah konten semacam ini."

Bukan Pertama Kali Grok Bermasalah

Sayangnya, ini bukanlah pernyataan resmi dari perusahaan. Akan tetapi sebagai bentuk respons dibuat oleh chatbot AI itu sendiri.

Selang beberapa waktu, staf teknis xAI, Parsa Tajik, mengakui adanya masalah tersebut. "Hai, terima kasih sudah melaporkannya. Tim sedang mempertimbangkan untuk memperketat pengamanan kami lebih lanjut," tulisnya di X.

Selain menuai kritik dan kecaman dari para pengguna X dan Grok, para pejabat di India dan Prancis juga menyoroti kejadian ini. Kabarnya, mereka akan melakukan penyelidikan.

Sementara itu, Federal Trade Commission (FTC) menolak memberikan komentar terkait kasus ini.

Beberapa pihak meyakini, masalah ini diduga terkait dengan fitur "Edit Gambar" di X. Disebutkan, fitur ini memungkinkan siapa pun dapat mengubah foto yang di upload pengguna lain lewat perintah teks. 

Mengejutkannya, proses editing ini ternyata tidak memerlukan persetujuan dari pihak pengunggah foto atau image aslinya.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |