Top 3 Tekno: Daftar HP Xiaomi yang Kebagian HyperOS 4

7 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Xiaomi baru saja memperkenalkan antarmuka HyperOS 4. Informasi mengenai daftar HP Xiaomi yang kebagian pembaruan perangkat lunak itu membuat penasaran para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Senin (17/8/2026) kemarin.

Berita lain yang juga menuai perhatian datang dari sebuah insiden berkaitan dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terjadi di Australia.

Program kecerdasan buatan (agen AI) telah melakukan hal di luar batas demi memenuhi perintah pengguna. Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Xiaomi Perbarui Tampilan HyperOS 4, Ini Daftar Perangkat yang Kebagian

Xiaomi meluncurkan Android 17 sebagai HyperOS 3 dan kini mereka sudah memperkenalkan HyperOS 4. Pembaruan ini menghadirkan antarmuka baru, dengan menampilkan desain efek kaca (glass) serta mampu merender efek pembiasan cahaya secara realistis.

Selain itu, sebagaimana dikutip dari GSMArena, Senin (17/8/2026), Xiaomi menawarkan opsi kustom lock screen, mulai dari mengatur posisi jam dan notifikasi bebas sesuai keinginan. Sistem ini juga memungkinkan kamu mengubah ukuran folder dan mengelompokkan widget.

Fleksibilitas ini disempurnakan dengan transisi mulus saat berpindah aplikasi dalam mode potret dan lanskap, termasuk otomatis memutar aplikasi yang melayang (floating apps).

Performa

Bukan hanya itu, Xiaomi juga mengoptimalkan sistem internal untuk mempercepat waktu pemuatan aplikasi. Disebutkan dalam sebuah pengujian internal, setelah ponsel digunakan 9 jam, kecepatan pemuatan aplikasi meningkat 18% dibandingkan HyperOS 3.

Terdapat mekanisme dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang bekerja di belakang layar. Mereka akan memprediksi kebutuhan sumber daya pengguna dan langsung memuatnya terlebih dahulu ke dalam RAM.

Baca selengkapnya di sini

2. Saat Agen AI Bikin Onar, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Sebuah insiden berkaitan dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terjadi di Australia. Program kecerdasan buatan (agen AI) telah melakukan hal diluar batas demi memenuhi perintah pengguna.

Berdasarkan laporan ABC minggu ini pada kasus Andrew, dilaporkan ia meminta agen AI untuk memindahkannya dari urutan keempat daftar tunggu kelas gym ke urutan teratas.

Mengejutkannya, sebagaimana diwartakan The Guardian, Kamis (13/8/2026), agen AI miliknya meretas sistem perangkat lunak gym tersebut dan menendang anggota lain dari daftar tunggu.

Ketika diminta membatalkan, agen AI itu justru membalas, “Maaf, saya seharusnya lebih berhati-hati.”

Insiden ini menunjukkan bahwa AI bisa melakukan sesuatu sesuai perintah dan seringkali akan mencari jalan pintas yang sebenarnya tidak diminta pengguna.

Profesor Jeannie Paterson, Direktur Centre for AI and Digital Ethics dari University of Melbourne, menegaskan, secara hukum tanggung jawab jatuh ke pengguna atau pihak yang menyebarkan AI tersebut.

Baca selengkapnya di sini

3. Mark Zuckerberg hingga Sam Altman, Mengapa Bos Teknologi Ramai Bikin Manifesto AI?

CEO Meta Mark Zuckerberg baru-baru ini menerbitkan surat terbuka sepanjang 6.500 kata berjudul "The Future is for Everyone" atau "Masa Depan untuk Semua". Tulisan tersebut menjadi manifesto terbaru dari bos perusahaan teknologi yang menyampaikan pandangannya mengenai besarnya potensi kecerdasan buatan (AI).

Bagi sebagian orang, tulisan Zuckerberg merupakan ungkapan optimisme terhadap masa depan AI. Namun, bagi sebagian lainnya, manifesto tersebut tidak lebih dari strategi hubungan masyarakat yang dibuat dalam bentuk tulisan panjang.

Dikutip dari BBC, Senin (17/8/2026), Zuckerberg bukan satu-satunya bos teknologi yang menyampaikan visi besarnya tentang AI. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pemimpin perusahaan teknologi juga membuat manifesto yang menjelaskan mengapa AI akan menjadi teknologi paling penting di masa depan.

Visi mereka memiliki kesamaan. Teknologi yang sedang mereka kembangkan dianggap sebagai salah satu inovasi paling penting dalam sejarah manusia.

Marc Andreessen, salah satu pendiri Netscape, perusahaan pelopor internet, mungkin menjadi salah satu tokoh yang memulai tren tersebut pada 2023.

Saat itu, Andreessen menerbitkan esai sepanjang sekitar 5.000 kata berjudul "The Techno-Optimist Manifesto". Ia berpendapat bahwa inovasi merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan manusia.

Baca selengkapnya di sini

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |