Top 3 Tekno: 3 Apple Store Tutup hingga Google Hapus Doki Doki Literature Club!

1 day ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Apple akan menutup tiga gerai ritelnya (Apple Store) di Amerika Serikat pada musim panas ini (Juni 2026). Informasi tersebut menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (12/4/2026).

Berita lain yang juga populer datang dari Google yang menghapus Doki Doki Literature Club! dari Play Store.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. 3 Apple Store Tutup Termasuk Gerai Pertama di AS, Ini Alasannya

Apple mengumumkan rencana penutupan tiga gerai ritelnya (Apple Store) di Amerika Serikat (AS) pada musim panas ini (Juni 2026).

Keputusan tersebut memicu kontroversi lantaran salah satu lokasi yang akan ditutup, yakni gerai di Towson, Maryland, merupakan toko pertama dalam sejarah perusahaan yang berhasil membentuk serikat pekerja dan menyepakati kontrak kerja kolektif.

Selain Towson Town Center di Maryland, dua lokasi lain yang terdampak adalah Westfield Trumbull di Connecticut dan North County di Escondido, California.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui MacRumors, dikutip Minggu (12/4/2026), Apple mengonfirmasi langkah tersebut dengan alasan penurunan kondisi komersial di pusat perbelanjaan terkait.

Perusahaan menyebutkan bahwa hengkangnya sejumlah peritel besar dan memburuknya situasi di pusat perbelanjaan tersebut menjadi faktor utama penghentian operasional.

Baca selengkapnya di sini

2. Google Hapus Doki Doki Literature Club! dari Play Store, Gamer Protes!

Google menghapus game horor psikologis populer, Doki Doki Literature Club! (DDLC), dari platform distribusi aplikasi Google Play Store. Langkah mendadak ini memicu reaksi keras dari pengembang dan komunitas gamer global.

Dan Salvato, pemimpin tim pengembang Team Salvato, bersama penerbit Serenity Forge, mengungkapkan bahwa Google menghapus novel visual tersebut karena dianggap melanggar Terms of Service (Ketentuan Layanan). Pelanggaran tersebut secara spesifik merujuk pada penggambaran tema-tema sensitif di dalam game.

Dalam pernyataan resminya, dikutip dari Engadget, Minggu (12/4/2026), pihak pengembang menyayangkan keputusan tersebut. Mereka menegaskan bahwa DDLC selama ini justru diapresiasi karena keberaniannya mengangkat isu kesehatan mental.

"Game ini dirayakan secara luas karena menggambarkan kesehatan mental dengan cara yang terhubung secara mendalam dengan pemain di seluruh dunia," tulis pernyataan bersama Salvato dan Serenity Forge.

Popularitas DDLC memang tidak main-main. Versi gratisnya tercatat telah diunduh sedikitnya 30 juta kali, sementara versi berbayar bertajuk Plus telah melampaui angka satu juta unduhan.

Baca selengkapnya di sini

3. AS Cari Gamer untuk Jadi Petugas Lalu Lintas Udara, Gaji Tembus Rp 2,6 Miliar

Otoritas penerbangan Amerika Serikat (AS), Federal Aviation Administration (FAA), secara spesifik ingin menggaet komunitas gamer untuk mengisi posisi sebagai petugas lalu lintas udara atau Air Traffic Controller (ATC).

Periode perekrutan tahunan ini akan dibuka secara resmi pada 17 April 2026. FAA menyebut momentum ini sebagai fase supercharged hiring guna mengejar ketertinggalan jumlah personel yang kian kritis dalam satu dekade terakhir.

Dalam video promosi yang diunggah melalui kanal YouTube resminya, FAA secara gamblang menarik garis lurus antara ketangkasan bermain video game dengan kemahiran mengarahkan lalu lintas udara.

Penggunaan cuplikan game konsol lawas hingga referensi budaya populer dalam iklan tersebut dinilai sebagai upaya sadar untuk menarik minat demografi dewasa muda usia 20-an.

Menteri Transportasi AS, Sean P. Duffy, menegaskan bahwa inovasi dalam gaya komunikasi ini sangat diperlukan untuk menjangkau generasi baru.

"Kampanye ini memanfaatkan gaya komunikasi inovatif dan fokus pada dunia gaming untuk menyasar demografi dewasa muda yang memiliki banyak 'keterampilan teknis' yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pengendali lalu lintas udara yang sukses," ujar Duffy.

Baca selengkapnya di sini

Infografis 7 Gelagat Pria Ketika Selingkuh via Ponsel. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |