The Bell Siap Teror Cannes Film Market 2026, Angkat Urban Legend Belitung yang Mencekam

3 hours ago 3

Jadi intinya...

  • "The Bell: Panggilan untuk Mati" akan tayang di Cannes Film Market 2026, menembus pasar global.
  • Film horor ini mengangkat kearifan lokal dan budaya Indonesia yang kaya, menarik distributor asing.
  • Respons positif di Malaysia dan optimisme produser terhadap daya tarik cerita lokal.

Liputan6.com, Jakarta - Industri perfilman horor Indonesia menunjukkan taringnya di kancah internasional melalui karya terbaru berjudul The Bell: Panggilan untuk Mati. Film yang mengangkat kearifan lokal ini dipastikan akan memperluas jangkauan global dengan berpartisipasi dalam Cannes Film Market yang berlangsung pada 12-20 Mei 2026 mendatang.

Sebelum melangkah jauh ke Cannes, The Bell: Panggilan untuk Mati ternyata sudah mendapatkan respons positif saat penayangan terbatas di negara tetangga. Ia menambahkan bahwa antusias distributor luar negeri menjadi pintu pembuka yang manis bagi mereka untuk memasarkan karya asli anak bangsa ini ke pasar Eropa.

"Kami kemarin dapat kesempatan preview film ini di Malaysia, dan mereka tertarik juga. Jadi kami dapat kesempatan film ini dibawa di Cannes dan dipasarkan di sana," kata Budi Yulianto di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Senada dengan itu, Rendi Gunawan yang juga selaku produser menekankan betapa kayanya budaya Indonesia yang memiliki ribuan cerita rakyat unik untuk ditawarkan kepada penonton dunia. Ia  optimis bahwa kekuatan cerita lokal memiliki daya tarik yang kuat bagi para kolektor film internasional.

"Kami bersyukur karena Indonesia punya kultur beda dan punya folklore sendiri. Kami sudah coba bertemu beberapa distributor di luar dan mereka sangat tertarik dengan cerita yang mengandung," kata Rendi.

Hantu yang Belum Dieksplorasi

Budi juga menambahkan bahwa film "The Bell" tidak hanya menawarkan ketakutan biasa, tetapi membawa suasana baru melalui sosok hantu yang belum pernah dieksplorasi secara luas dalam sinema komersial. Ia berharap hadirmya film ini dapat menjadi pemicu untuk mengangkat berbagai legenda urban menarik lainnya. 

"Jadi sesuatu yang mungkin beda ya, kami bangga film ini hadir dengan suasana baru, baik itu hantu yang dihadirkan. Kami berharap kita juga bisa mengangkat urban legend di daerah lain," tuturnya.

Sinopsis The Bell: Panggilan untuk Mati

Film The Bell: Panggilan untuk Mati mengisahkan lonceng keramat di Belitung yang dipercaya mampu mengurung roh-roh jahat, dicuri oleh sekelompok YouTuber demi konten. Tanpa disadari, tindakan itu membebaskan Penebok, entitas mengerikan yang telah terkurung selama ratusan tahun.

Sosok hantu tanpa kepala bergaun merah itu mulai memburu mereka satu per satu, meninggalkan jejak kematian dengan kondisi kepala terpenggal. Kini teror menyebar ke warga desa, dan setiap denting lonceng menjadi penanda kematian dan menagih kepala dari siapa pun yang mendengarnya.

Tanggal Penayangan

Film arahan sutradara Jay Sukmo ini dibintangi oleh Shalom Razade, Bhisma Mulia, Ratu Sofia, Mathias Muchus, Septian Dwi Cahyo, dan Nabil Lunggana. Film The Bell: Panggilan untuk Mati bakal meneror bioskop-bioskop Tanah Air mulai 7 Mei 2026.

Kalung Syifa Hadju di Pesta Pernikahan Viral, Wanda Ponika Bahas Berlian Berbentuk Hati dan Langka!

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |