Takut Kanada dan UE Bersekongkol, Trump Beri Ancaman Tarif Lebih Besar

2 days ago 8

loading...

Presiden AS Donald Trump mengancam Kanada dan UE dengan tarif yang jauh lebih besar jika keduanya sekongkol mengancam ekonomi AS. FOTO/Ilustrasi/Dok.

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan pada Uni Eropa dan Kanada jika keduanya bekerja sama untuk "membahayakan ekonomi" Amerika Serikat.

Peringatan Trump muncul setelah perdana menteri Kanada yang baru dilantik, Mark Carney, mengatakan hubungan lama dengan Washington telah "berakhir" dan penting bagi Kanada untuk memperkuat hubungan dengan "mitra yang dapat diandalkan" di Eropa.

"Jika Uni Eropa bekerja sama dengan Kanada untuk merugikan ekonomi AS, maka tarif berskala besar, jauh lebih besar dari yang direncanakan saat ini, akan dikenakan pada keduanya untuk melindungi sahabat terbaik yang pernah dimiliki kedua negara itu!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (29/3/2025).

Pada hari Rabu, Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif tambahan sebesar 25% pada mobil dan suku cadang mobil impor senilai ratusan miliar dolar mulai minggu depan. Ekonomi terbesar UE dan Kanada telah mengancam akan membalas.

Pada awal Maret, AS mengenakan tarif sebesar 25% pada sebagian besar barang Kanada, dengan alasan ketidakseimbangan perdagangan dan kekhawatiran perdagangan narkoba.

Pada bulan Februari, Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan pungutan sebesar 25% pada barang yang diimpor dari UE, yang akan mulai berlaku minggu depan. Baik Ottawa maupun Brussels telah membalas kebijakan itu dengan tarif mereka sendiri.

Sengketa yang meningkat dengan Kanada mengikuti serangkaian komentar dari Trump yang mengklaim bahwa negara itu akan lebih baik jika menjadi negara bagian ke-51 AS. Kanada dengan tegas menolak untuk menjadi bagian dari AS.

Washington telah lama menuduh Uni Eropa melakukan praktik perdagangan yang tidak adil, termasuk tarif tinggi untuk barang-barang Amerika dan hambatan regulasi yang ketat yang merugikan perusahaan-perusahaan AS.

Konflik Ukraina juga telah menyebabkan keretakan antara Brussels dan pemerintahan baru di Washington. Trump telah mengadopsi pendekatan yang lebih damai terhadap Rusia dan telah memulai pembicaraan damai, sementara UE bersikeras untuk melanjutkan pasokan bantuan mematikan ke Kiev dan telah mempertimbangkan untuk mengerahkan pasukan.

(fjo)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |