SZA Didiagnosis Autism Spectrum Disorder, Bagikan Hasil Tes

5 hours ago 7

Jadi intinya...

  • SZA didiagnosis resmi Autism Spectrum Disorder (ASD) Level 1.
  • Diagnosis ini menjelaskan kesulitan interaksi sosial yang dialaminya.
  • Keterbukaan SZA meningkatkan kesadaran publik tentang ASD.

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi peraih Grammy Awards, SZA, mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menerima diagnosis resmi Autism Spectrum Disorder (ASD). Kabar tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, disertai unggahan dokumen medis yang menjelaskan hasil pemeriksaannya.

Pelantun Kill Bill itu juga mengaku akhirnya memahami kondisi yang selama ini ia alami setelah menjalani evaluasi profesional.

Bagikan Hasil Diagnosis Resmi

SZA, yang memiliki nama asli Solana Imani Rowe, mengaku baru meluangkan waktu untuk menjalani pemeriksaan secara menyeluruh hingga akhirnya mendapatkan diagnosis resmi.

Melalui unggahannya, ia menulis bahwa dirinya didiagnosis mengalami Autism Spectrum Disorder Level 1, yang sebelumnya dikenal sebagai Asperger's Syndrome. SZA juga membagikan foto dokumen medis yang menyebut pola perilaku dan hasil pemeriksaannya konsisten dengan ASD.

Dokumen Medis Jelaskan Kondisi yang Dialami

Dalam dokumen yang diunggah, disebutkan bahwa SZA menunjukkan karakteristik yang sesuai dengan Autism Spectrum Disorder berdasarkan riwayat, pola perilaku, serta hasil evaluasi pemeriksa.

Dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa SZA mengalami hambatan dalam interaksi sosial timbal balik, baik berdasarkan pengakuannya sendiri maupun hasil observasi selama pemeriksaan.

Tentang Autism Spectrum Disorder Level 1

Autism Spectrum Disorder Level 1 merupakan kondisi yang sebelumnya dikenal sebagai Asperger's Syndrome. Orang dengan ASD Level 1 umumnya hanya membutuhkan dukungan dalam tingkat yang lebih ringan dibanding spektrum autisme lainnya.

Mereka sering kali memiliki kecerdasan rata-rata atau di atas rata-rata, tetapi dapat mengalami kesulitan dalam interaksi sosial, memahami komunikasi nonverbal, mempertahankan percakapan, memiliki minat yang sangat spesifik, serta cenderung menyukai rutinitas yang teratur.

Tuai Dukungan dari Penggemar

Pengakuan SZA langsung menarik perhatian para penggemarnya di media sosial. Banyak yang memberikan dukungan sekaligus mengapresiasi keterbukaannya dalam membagikan pengalaman pribadi terkait kesehatan mental dan perkembangan saraf.

Langkah SZA dinilai dapat membantu meningkatkan kesadaran publik mengenai Autism Spectrum Disorder serta mendorong lebih banyak orang untuk mencari diagnosis profesional apabila mengalami gejala serupa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

5 Film THE HUNGER GAMES Tayang Lagi, Ada Cuplikan Film Baru

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |