Studi Harvard: Kecelakaan Fatal Naik 15% Saat Peluncuran Album Musik

13 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Saat masa perilisan album musik baru, angka kecelakaan meningkat 15% di Amerika Serikat. Hal ini terungkap melalui studi terbaru dari para peneliti di Harvard Medical School. Studi tersebut menganalisis 233.809 kecelakaan pada rentang tahun 2017 hingga 2022 dengan membandingkan tingkat kecelakaan pada hari sebelum dan sesudah peluncuran album.

Para peneliti mencocokkan data kecelakaan dari Fatality Analysis Reporting System (FARS) dengan data pemutaran lagu harian dari Spotify.

Dikutip dari Engadget, Sabtu (22/8/2026), data menunjukkan adanya lonjakan aktivitas pemutaran musik secara nasional sebesar 43% pada hari pertama peluncuran album musisi besar.

Terdapat rata-rata 18,2 kematian tambahan setiap kali lonjakan tersebut terjadi. Hal ini mengindikasikan bahwa para pengemudi cenderung sibuk mengoperasikan dan memilih musik saat menyetir.

Distraksi Layar Sentuh dan Profil Korban

Pengemudi berpotensi tinggi terdistraksi karena belum akrab dengan daftar lagu baru di layar navigasi mobil.

Menariknya, jika kecelakaan lalu lintas biasanya terjadi pada malam hari atau saat cuaca buruk, studi ini menemukan bahwa lonjakan kecelakaan fatal akibat pemutaran musik justru terjadi saat cuaca cerah.

Selain itu, tercatat tambahan 13,9 angka kematian pada pengemudi yang tidak dalam pengaruh alkohol. Peneliti menduga fenomena ini berkaitan dengan penurunan kewaspadaan pengemudi saat berkendara dalam situasi lingkungan yang tenang.

Korban kecelakaan fatal paling dominan berasal dari kelompok pengemudi laki-laki berusia muda, dengan rata-rata 13,5 kasus kematian pada hari peluncuran album. Pengemudi yang berkendara seorang diri juga lebih berisiko karena tidak memiliki penumpang yang bisa membantu mengoperasikan musik.

Hubungan Sebab-Akibat

Kehadiran layar sentuh pada mobil modern terbukti memperparah risiko distraksi. Meski fitur asisten suara seperti Siri atau Gemini dan antarmuka yang simpel memberikan kesan praktis, hal tersebut justru membuat pengemudi lengah dan makin tergiur untuk terus mengganti lagu di layar.

Meski peneliti belum dapat membuktikan secara pasti hubungan sebab-akibat langsung antara penggunaan ponsel atau streaming musik dengan tiap kasus kecelakaan, gelombang kritik publik mulai berdampak. Beberapa pabrikan mobil mulai mengurangi ketergantungan pada layar sentuh. Bahkan, merek mewah seperti Porsche dan Mercedes-Benz kembali menghadirkan tombol fisik agar pengemudi tidak perlu sering menatap layar.

Langkah ini sejalan dengan temuan survei J.D. Power yang mencatat bahwa 46% gangguan saat berkendara bersumber dari sistem layar sentuh bawaan kendaraan.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |