Status Pos Pintu Air Angke Saat Ini, Sempat Siaga 1 Waspada Banjir

6 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sempat menetapkan status bahaya atau Siaga 1 pada Pos Pantau Pintu Air Angke Hulu akibat kenaikan tinggi muka air (TMA) yang mencapai 350 centimeter pada Selasa (5/5) dini hari WIB.

Namun, berdasarkan pantauan di laman BPBD DKI, per pukul 10.00 WIB, statusnya sudah turun Siaga 2 dengan tinggi muka air 280 sentimeter. Turunnya status pintu air Angke itu diketahui terjadi sejak pukul 07.00 WIB, seiring menurunya tinggi muka air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan informasi dari BPBD DKI yang dikutip dari Antara, Selasa pagi, kenaikan drastis volume air tersebut terpantau mulai meningkat signifikan sejak Senin (4/5) petang seiring dengan intensitas hujan dan kondisi cuaca mendung di wilayah hulu sungai.

Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta pada Selasa, 05 Mei 2026 pukul 00.00 WIB, tinggi muka air di Pos Angke Hulu berada di angka 350 cm dengan status Siaga 1 dan kondisi cuaca mendung.

Status ini menunjukkan peningkatan dari pantauan empat jam sebelumnya, di mana pada pukul 20.00 WIB hari Senin, ketinggian air masih berada pada level 320 cm.

Pihak berwenang meminta masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk segera melakukan langkah antisipasi mandiri.

Hal itu guna menghindari kerugian materiil maupun korban jiwa akibat luapan air di tengah kondisi curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya saban sore dalam beberapa hari terakhir ini.

Banjir luapan Kali Angke di Cengkareng

Banjir merendam ratusan rumah warga di kawasan Bojong Kavling, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. akibat hujan deras mengguyur wilayah Jakarta pada Senin (4/5) malam.

Hujan deras itu membuat aliran Kali Angke meluap, sehingga merendam permukiman warga di RT 12 dan RT 16 RW 04 Rawa Buaya.

Pantauan di lokasi pada Selasa pagi, ketinggian banjir mencapai 50 - 60 sentimeter (cm) atau setinggi paha orang dewasa.

Air banjir pun masuk hingga ke dalam rumah warga. Kondisi ini memaksa warga yang hendak beraktivitas pagi menerobos banjir.

Anak-anak sekolah terlihat digendong orang tuanya agar dapat keluar dari genangan air. Meski terdampak banjir, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kondisi air.

Sebagian lagi terlihat menempatkan kendaraan roda dua mereka ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan akibat mesin kemasukan air.

Seorang warga bernama Sunaryo mengaku banjir yang menggenangi permukiman tempat tinggalnya diakibatkan hujan deras sejak Senin (4/5) malam.

"Hujan deras semalam, Kali Angke naik (meluap)," kata Sunaryo.

Ia mengatakan, banjir dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa itu merendam dua wilayah RT, yakni RT 12 dan RT 16 RW 04 Rawa Buaya.

"Langganannya ya dua RT ini," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat terdapat sejumlah sungai atau kali yang meluap karena curah hujan tinggi di Jakarta dan sekitarnya pada Senin sore hingga malam kemarin

"Penyebab curah hujan tinggi yang mengakibatkan Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Keuangan, Kali Mampang dan Kali Ciliwung meluap, sehingga merendam permukiman warga," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Marulitua Sijabat di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, data terakhir terdapat 115 RT dan empat ruas jalan di Jakarta Barat, Timur, dan Selatan yang masih terendam banjir hingga Selasa pagi.

(kid/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |