Sigit Wardana Cerita Rasa Kehilangan yang Tak Terlihat Lewat Single Terbaru Luka Tak Berdarah

3 months ago 42

Liputan6.com, Jakarta - Sigit Wardana, penyanyi, pencipta lagu, sekaligus vokalis band yang telah lama mewarnai dunia musik Indonesia, kembali melangkah di tahun 2025 dengan karya terbarunya berjudul “Luka Tak Berdarah (LTB)”.

Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda dari sang pelantun “Kisah Hidup Bapak-bapak” tersebut. “Luka Tak Berdarah” bukan sekadar single baru — lagu ini menghadirkan nuansa emosional yang jarang dieksplor Sigit sebelumnya. Sebuah kisah tentang kehilangan yang tak tampak, tapi meninggalkan perih mendalam. 

Menariknya, kehadiran lagu ini bukan hasil perencanaan panjang. Sigit, yang juga dikenal sebagai vokalis Base Jam, mengaku sempat kesulitan menemukan materi yang tepat untuk proyek solonya tahun ini.

Di tengah pencarian itu, ia teringat pada lagu “Luka Tak Berdarah” — karya Alexander Ongko yang sebenarnya ditulis untuk penyanyi lain. Namun setelah mendengarnya kembali, Sigit merasa ada sesuatu dalam lagu tersebut yang begitu dekat dengan dirinya, dan akhirnya memutuskan untuk menjadikannya rilisan solo terbarunya

"Menurut saya waktu pertama denger, lagunya bagus dan ternyata penyanyi itu Musik jadi nyanyiin lagunya, ternyata jodoh lagunya untuk saya," ujar Sigit dalam rilis yang diterima Liputan6.com.

Promosi 1

Proses Rekaman Tidak Lama

Proses rekaman “Luka Tak Berdarah” tidak memakan waktu panjang. Menurut Sigit, seluruh proses dari awal hingga rilis hanya berlangsung sekitar satu hingga dua bulan. 

Tantangan terbesar justru bukan pada proses rekamannya, melainkan pada menyesuaikan jadwal antara Sigit, produser musik, dan ketersediaan studio.

Dalam penggarapan lagu ini, Sigit menggandeng sejumlah nama yang tak asing di industri musik. Alexander Ongko, gitaris band Halus Lembut, berperan sebagai pencipta lagu, sementara posisi produser musik diisi oleh M. Aditia Sahid — yang lebih dikenal sebagai Acoy dari Rocker Kasarunk. Sementara itu, sentuhan manis di bagian vokal latar diberikan oleh Cathyn Hartanesthy dari band Sun Of Monday, yang menambah dimensi emosional pada lagu ini.

"Progresi lagu ini sangat berbeda dengan lagu lagu yang biasa Sigit nyanyikan, gw rasa ini adalah single Sigit yang paling dark sepanjang karir bermusiknya," ujar Co-Executive Producer Fransiscus Eko.

Artwork Mawar Hitam

Untuk memperkuat pesan emosional di balik “Luka Tak Berdarah”, Sigit Wardana memilih mawar hitam sebagai artwork single terbarunya. Pilihan itu bukan tanpa alasan.

Menurut Sigit, mawar kerap menjadi simbol keindahan dan cinta. Namun, ketika warna hitam melekat padanya, maknanya berubah drastis — menjadi representasi kegelapan, kesunyian, dan kesedihan. 

"Untuk pengerjaan artworknya, kayak single sebelumnya saya kembali minta tolong anak pertama saya ‘Naralifa’ buat menggambar mawar hitamnya. Biar lebih terasa personal aja.” kata Sigit.

Konsep Video Musik di Dalam Lift

Bicara konsep video musik (mv), menurut Fransiscus Eko bukan konsep baru.

Konsep pengambilan gambar yang seluruhnya berlokasi di dalam sebuah lift, dengan menampilkan beragam ekspresi dan potret kehidupan nyata, sudah lama ingin ia wujudkan. Namun karena berbagai kendala, konsep itu urung direalisasikan.

Barulah melalui proyek “Luka Tak Berdarah” dan keterlibatan Sigit Wardana, ide tersebut akhirnya menemukan bentuk terbaiknya.

Dalam ruang sempit lift itu, berbagai emosi manusia — dari kebahagiaan, kesepian, hingga kehilangan — divisualisasikan secara sederhana namun kuat, sejalan dengan makna mendalam lagu itu sendiri.

Di VM LTB nya Sigit ini juga melibatkan tiga model yang notabene mereka adalah solois berbakat yang berada di artis management yang sama dengan Sigit Wardana, ada ‘Efah Aaralyn, Assalova Schissandra, seorang solois asal Purwokerto,dan solois pendatang baru bernama Violinata Ibanez yang akrab dipanggil dengan Violinata.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |