Setop Lakukan Hal Ini Jika Punya Headphone dengan Noise Cancelling

2 days ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi audio noise cancellation pada headphone atau true wireless stereo (TWS) membantu pengguna lebih fokus saat mengerjakan sesuatu juga meningkatkan pengalaman mendengarkan lebih baik.

Namun, terdapat beberapa hal yang perlu dihindari demi menjaga headphone dan kesehatan kamu sendiri.

Sebelum memahami beberapa kebiasaan dapat membahayakan, penting untuk memahami dulu cara noise canceling pada headphone bekerja. Demikian sebagaimana dikutip dari BGR, Jumat (17/7/2026).

Prosesnya berbeda tergantung pada headphone menggunakan aktif noise canceling (ANC) atau pasif noise canceling (PNC). ANC mendeteksi kebisingan di sekitar dan menghasilkan “anti-kebisingan” yang berlawanan untuk meredam suara.

Sedangkan PNC bekerja dengan mengandalkan desain fisik headphone untuk menjauhkan telinga kamu dari kebisingan.

Keduanya cukup efektif dalam meredam kebisingan, namun juga bisa memicu kebiasan buruk yang perlu kamu tinggalkan.

Mengatur ANC Terlalu Tinggi

Beberapa headphone yang menggunakan teknologi ini memungkinkan kamu mengatur tingkat ANC. Biasanya, dengan aplikasi yang terhubung pada headphone melalui Bluetooth.

Ketika tingkat ANC tinggi, intensitas anti-kebisingan juga tinggi, akibatnya bisa memberikan tekanan di telinga. Tekanan ini menyebabkan sakit kepala, tetapi disebutkan tidak berbahaya untuk telinga.

Akan menjadi masalah jika ANC membuat pengguna merasa perlu menaikkan volume. Studi dalam jurnal Applied Acoustics menemukan ketika fitur ANC meredam kebisingan sekitar, pengguna masih dapat mendengar kebisingan yang bersuara lebih keras. Dengan demikian, demi menghilangkannya, pengguna perlu menaikkan volume.

Studi lain dari Listen, Inc., menyoroti ANC bisa menurunkan kualitas suara yang didengar. Jika pengguna menerima kualitas suara lebih rendah, otomatis mereka akan membuatnya menjadi lebih keras untuk meningkatkan kejelasan.

Semakin tinggi pengaturan ANC, maka kamu kian merasa perlu menaikkan volume. ANC pada dasarnya tidak berbahaya, namun dengan mendengarkan musik bervolume tinggi bisa melukai telinga dan pendengaran.

Aktifkan ANC Ketika Tidak Digunakan

Tidak ada indikasi penggunaan ANC dapat merusak driver speaker atau mengurangi masa penggunaan headphone. Namun, memang akan memengaruhi baterai headphone berkurang 50% lebih cepat.

Rata-rata headphone dengan nirkabel isi ulang mampu bertahan hingga 500 siklus pengisian daya sebelum baterai litium-ion mengalami kerusakan. Angka ini setara sekitar tiga tahun penggunaan rutin sebelum akhirnya dibuang.

Namun, jika baterai headphone 50% lebih cepat berkurang, masa pakai bisa kurang dari satu tahun jika terus mengaktifkan fitur tersebut.

Fitur ini boros baterai karena ketika ANC dinyalakan, baterai harus menopang beberapa proses tambahan seperti mendeteksi kebisingan sekitar, memproses kebisingan secara real-time, dan menghasilkan sinyal anti-kebisingan.

Mengingat ada banyak prosesnya, sebaiknya kamu tidak membeli headphone ANC dengan harga ramah di kantong. Harga murah berarti harus ada yang dikorbankan, yaitu baterai.

Menggunakan Fitur ANC Setiap Hari

Menggunakan headphone secara berlebihan tidak baik, karena telinga dan pendengaran kamu memerlukan istirahat agar terhindar dari risiko kehilangan pendengaran atau infeksi telinga.

Penting untuk melepas headphone kamu ketika di luar, karena ANC yang tidak meredam kebisingan sepenuhnya justru lebih bahaya daripada dihilangkan seluruhnya. Ketika tidak ada kebisingan sama sekali, sangat sulit untuk mendeteksi bahaya di sekitar kamu.

Jika kamu tetap ingin menggunakan headphone ANC, pertimbangkan untuk menyalakan mode transparansi saat berada di luar. Mungkin akan muncul perdebatan masalah kualitas suara, tetapi hal ini lebih berkaitan dengan kesadaran akan marabahaya di sekitar kamu.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |