Roblox Siapkan 3 Kategori Akun Berdasarkan Usia Pengguna, Ini Sanksi Bagi Gamer Nakal!

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Platform game Roblox akan melakukan perubahan kebijakan paling signifikan sejak pemberlakuan verifikasi usia pada tahun lalu.

Mulai pertengahan Mei 2026, Roblox akan menerapkan segregasi (pemisahan) akses game secara ketat berdasarkan kelompok usia untuk meningkatkan standar keamanan bagi pengguna di bawah umur.

Langkah ini menandai pergeseran fokus perusahaan, dari yang semula hanya membatasi akses obrolan (chat), kini merambah pada pembatasan akses ekosistem game secara menyeluruh. Demikian sebagaimana dikutip dari Engadget, Rabu (15/4/2026).

Berdasarkan kebijakan baru ini, pengguna akan diklasifikasikan ke dalam tiga jenis akun utama. Di Amerika Serikat (AS), pembagian tersebut meliputi:

  • Roblox Kids (Usia 5–8 tahun): Kategori paling restriktif dengan fitur obrolan nonaktif secara otomatis. Pengguna hanya bisa mengakses konten dengan label kematangan Minimal dan Mild.
  • Roblox Select (Usia 9–15 tahun): Pengguna dapat mengakses konten berkategori Moderate. Fitur obrolan dibatasi hanya untuk kelompok usia sebaya atau "teman terpercaya" yang telah disetujui orang tua.
  • Roblox Reguler (Usia 16+): Pengguna mendapatkan akses fitur penuh, namun konten dengan label Restricted (Terbatas) tetap terkunci hingga pengguna genap berusia 18 tahun.

Roblox menyatakan proses migrasi akun secara global ditargetkan rampung pada Juni 2026. Pengguna yang belum melakukan verifikasi usia melalui kartu identitas atau pemindaian wajah akan secara otomatis dimasukkan ke dalam profil "Kids-like" dengan akses fitur yang sangat terbatas.

Verifikasi Pengembang dan Peran AI

Untuk memastikan keakuratan label kedewasaan pada jutaan game buatan pengguna (User-Generated Content), Roblox memperkenalkan prosedur verifikasi baru bagi para pengembang.

Mereka wajib memverifikasi identitas dan membayar biaya berlangganan Roblox Plus sebesar USD 5 per bulan sebagai bentuk komitmen jangka panjang.

Guna meminimalkan risiko salah pelabelan, Roblox mengandalkan moderasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memantau aktivitas dalam game dan percakapan secara real-time.

Meski muncul kekhawatiran adanya celah keamanan sebelum AI mendeteksi pelanggaran, Roblox mengklaim bahwa sistem akan memprioritaskan pengguna di atas 16 tahun untuk mencoba game baru terlebih dahulu sebagai lapisan filter awal.

Kendali Orang Tua yang Lebih Responsif

Merespons tuntutan keamanan, dua fitur kontrol orang tua baru juga akan diluncurkan pada Juni 2026:

  • Pemblokiran Mandiri: Orang tua dapat memblokir game tertentu dan mengelola akses obrolan langsung hingga anak berusia 16 tahun. Sebelumnya, remaja di atas 13 tahun memiliki celah untuk membuka blokir tersebut sendiri.
  • Persetujuan Kasus per Kasus: Orang tua dapat memberikan izin khusus bagi anak untuk memainkan game di luar kategori usianya, misalnya saat ingin bermain bersama saudara kandung yang lebih tua.

Tantangan Efektivitas Sistem

Meski langkah ini ambisius, efektivitas verifikasi usia otomatis tetap menjadi sorotan. Menanggapi laporan mengenai kerentanan sistem yang mungkin dikelabui pengguna anak-anak, Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi.

"Jika terjadi kesalahan, kami menyediakan berbagai cara bagi pengguna untuk mengoreksinya," ujar Kaufman.

Ia menambahkan bahwa platform secara konsisten memantau perilaku pengguna dan membandingkannya dengan data verifikasi usia. Jika ditemukan anomali perilaku yang tidak sesuai dengan profil usia, pengguna akan diminta untuk melakukan proses verifikasi ulang.

Infografis dampak bermain video game berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |