Risiko Resesi Amerika Semakin Besar, Begini Isi Ramalan Goldman Sachs

22 hours ago 3

loading...

Risiko ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami resesi lebih besar, akibat eskalasi tarif mengancam bisa memperlambat ekonomi AS. Foto/Dok

JAKARTA - Risiko ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami resesi lebih besar, akibat eskalasi tarif mengancam bisa memperlambat ekonomi AS . Diperingatkan juga oleh Goldman Sachs bahwa, sentimen lainnya datang dari lonjakan inflasi, serta meningkatnya pengangguran.

Sebelumnya, bank Wall Street menaikkan perkiraan resesi ekonomi AS selama 12 bulan ke depan menjadi 35%, angka tersebut naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 20%.

Presiden AS, Donald Trump diprediksi akan memperkenalkan rencana tarif besar-besaran, khusus bagi semua mitra dagang Amerika. Bahkan Trump menyebut peluncuran tarif terbaru AS sebagai sebuah 'hari pembebasan'.

Seperti diketahui Trump telah memberlakukan tarif pada aluminium, baja, dan mobil, serta menaikkan tarif pada semua impor dari China. Selain itu Trump pada pekan lalu juga menerapkan tarif 25% untuk impor mobil ke AS.

"Tarif yang lebih tinggi kemungkinan akan meningkatkan krisis konsumen," ungkap Goldman Sachs memperingatkan, serta menambahkan bahwa kenaikan harga akan menggerus pendapatan yang disesuaikan dengan inflasi.

Goldman Sachs menaikkan perkiraan inflasi akhir 2025 menjadi 3,5%, naik dari 2,8% bulan lalu. Selain itu untuk angka pengangguran diprediksi meningkatkan menjadi 4,5%, tertinggi sejak Oktober 2021, dan menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB menjadi 1%, terlemah sejak 2020.

Secara keseluruhan, Goldman saat ini menetapkan probabilitas resesi 35% dalam 12 bulan ke depan, naik dari 20% dalam prospek sebelumnya.

Sementara beberapa kritikus memperingatkan bahwa strategi tarif Trump berisiko memicu perang dagang global, serta memancing pembalasan dari mitra dagang utama AS seperti China, Kanada dan Uni Eropa. Namun Trump bersikeras bahwa tarif diperlukan karena ekonomi Amerika telah "ditipu oleh setiap negara di dunia."

Uni Eropa kemungkinan akan mendapatkan pukulan lebih keras daripada AS, bahkan Goldman memprediksi, UE bisa tergelincir ke dalam resesi secara teknis di akhir tahun ini.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |