Review Film Turbulence: Dugaan Perselingkuhan Dibongkar di Atas Awan, Tegang dan Bikin Waswas

7 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Trailer Turbulence terbilang menjanjikan. Bayangkan, berada di ketinggian lebih dari 7.000 meter di atas permukaan laut saja sudah bikin ketar-ketir. Apalagi, kita hanya bisa berdiri di boks bersama pemandu dan seorang yang mengaku sebagai selingkuhan. Selingkuhan sakit jiwa ini minta uang dalam jumlah fantastis. Dibintangi Jeremy Irvine, Hera Hilmar, dan Olga Kurylenko, Turbulence adalah drama thriller dengan skandal rumah tangga sebagai sumbu ledaknya. Dengan ruang gerak sangat terbatas mampukah film ini menjaga tensi hingga babak akhir?

Turbulence adalah film karya sineas Claudio Fah bermodal naskah garapan Andy Mayson. Film ini dibuka dengan situasi krisis di perusahaan Zach (Jeremy Irvine). Ia merilis kebijakan mem-PHK sejumlah karyawan. Salah satu korban PHK, Jens Fischer (Peter Gantzler) tak terima lalu mengacungkan pistol ke arah Zach. Di luar dugaan, insiden ini berujung Jens Fischer (maaf) membedil diri sendiri. Ia tewas. Zach syok berat. Seluruh kantor gempar.

Tak lama setelahnya, Zach menginap di hotel. Di lounge, ia melihat Julia (Olga Kurylenko) ribut dengan barista perkara daun zaitun. Zach melerai lalu mentraktir Julia minum-minum. Keduanya berbincang hangat. Julia sempat melirik cincin kawin di jari manis Zach.

Sehari kemudian, Zach dan istri, Emmy (Hera Hilmar) berbulan madu ke Dolomites, Italia. Pasutri ini berencana “melayang” bersama balon udara yang dipandu petugas profesional, Harry (Kelsey Grammer). Saat hendak terbang, Julia datang lalu nimbrung. Zach kaget. 

Zach Tampak Tak Nyaman

Zach tampak tak nyaman bahkan hendak membatalkan penerbangan balon udara karena ada “orang ketiga.” Rencana semula, Zach hanya ingin terbang bareng istri. Kalau pun ada orang ketiga, itu adalah petugas, yakni Harry.

Emmy merasa tak keberatan jika ada penumpang satu lagi. Mulanya, semua tampak hangat dan menyenangkan. Sayang, situasi hangat tak bertahan lama. Julia mulai “bernyanyi” tentang hal-hal yang tak diketahui Emmy.

Problem Mendasar Turbulence

Patut dicatat, lebih dari 70 persen adegan Turbulence berada di dalam balon udara, di ketinggian. Maka, yang fobia ketinggian tak disarankan menonton karena bakal waswas nyaris di sepanjang film. Bagi yang suka tantangan, jelas Turbulence bakal jadi sajian seru.

Problem mendasar Turbulence adalah balon udara dengan boks yang hanya pas mengangkut empat orang. Balon ini aset sekaligus “jebakan Batman.” Berkutat di balon udara tanpa dibekali naskah dan pembabakan yang cermat berpotensi membosankan.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |