Pria 20 Tahun Lempar Bom Molotov ke Rumah CEO OpenAI Sam Altman, Ini Kronologinya

12 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian San Francisco (SFPD/San Francisco Police Department) mengamankan seorang pemuda berusia 20 tahun yang diduga melakukan serangan di kediaman pribadi CEO OpenAI, Sam Altman.

Insiden yang terjadi pada dini hari tersebut menambah panjang daftar ketegangan publik terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian kontroversial.

Berdasarkan laporan The New York Times, dikutip Sabtu (11/4/2026), aparat kepolisian merespons laporan investigasi kebakaran di kawasan North Beach, San Francisco, sekitar pukul 04.12 waktu setempat.

Dalam pernyataan resmi melalui platform X, SFPD mengonfirmasi bahwa seorang pria tak dikenal melemparkan alat peledak pembakar (bom molotov) ke sebuah rumah, yang menyebabkan kebakaran di bagian gerbang luar.

Pelaku sempat melarikan diri dari lokasi kejadian dengan berjalan kaki. Namun, sekitar satu jam kemudian, polisi berhasil membekuk tersangka saat menanggapi laporan dari sebuah tempat usaha terkait ancaman pembakaran gedung.

Tempat usaha tersebut diketahui merupakan kantor pusat OpenAI. Polisi mengonfirmasi bahwa pria yang mengancam akan membakar kantor OpenAI adalah individu yang sama dengan pelaku penyerangan rumah Sam Altman.  

Pernyataan Resmi OpenAI

Pihak OpenAI memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Juru bicara perusahaan menyampaikan apresiasi atas kecepatan respons pihak kepolisian dalam menangani ancaman yang menyasar pimpinan maupun fasilitas operasional mereka.

"Pagi ini, seseorang melemparkan bom molotov ke kediaman Sam Altman dan melontarkan ancaman di kantor pusat kami di San Francisco. Beruntung, tidak ada yang terluka," ungkap juru bicara OpenAI kepada Wired.

"Individu tersebut kini telah ditahan, dan kami tengah membantu penegak hukum dalam proses investigasi," ia memungkaskan. 

Sentimen Publik dan Kontroversi AI

Meski motif pasti serangan ini masih didalami, insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya polarisasi masyarakat terhadap AI. Walaupun adopsi alat AI terus meluas, resistensi publik terhadap penetrasi teknologi ini di berbagai sektor--mulai dari industri game hingga layanan pelanggan--menunjukkan tren negatif.

Sam Altman sendiri kerap menjadi sorotan publik. Pernyataannya mengenai dampak AI terhadap pengurangan lapangan kerja secara massal telah memicu kekhawatiran global.

Selain itu, laporan investigasi terbaru dari majalah The New Yorker menyoroti gaya kepemimpinan Altman yang dianggap manipulatif di internal OpenAI, turut memperkeruh sentimen terhadap perannya sebagai tokoh sentral dalam pengembangan teknologi masa depan tersebut.

Hingga saat ini, pelaku masih dalam proses pemeriksaan intensif oleh pihak berwenang guna mengungkap keterkaitan antara serangan tersebut dengan isu-isu seputar perkembangan AI.

INFOGRAFIS: Deretan Kasus Ledakan Bom di Indonesia (Liputan6.com / Abdillah)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |