Pemprov DKI | CNN Indonesia
Kamis, 28 Agu 2025 18:40 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan platform digital Pesapa Kawan, inovasi yang dirancang khusus untuk memantau pengelolaan sampah mandiri di kawasan permukiman, komersial, hingga industri.
Langkah ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah pada Kawasan dan Perusahaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan platform ini menjadi terobosan penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang transparan dan berbasis data.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesapa Kawan memungkinkan pengelola kawasan melaporkan seluruh alur pengelolaan sampah, mulai dari timbulan, pemilahan, pengolahan, hingga pengangkutan. Data yang masuk dapat dipantau secara real-time, mengurangi potensi manipulasi dan pembuangan liar," jelas Asep.
Melalui platform ini, setiap kawasan dapat memilih tiga skema pengelolaan, yakni menggunakan jasa swasta berizin, bekerja sama dengan BLUD UPST DLH, atau menjadikan BLUD UPST sebagai agregator yang menunjuk pihak ketiga resmi.
Asep menegaskan sistem digital ini memungkinkan pelacakan lengkap perjalanan sampah, termasuk identitas pengangkut dan lokasi pembuangan akhir.
"Ini memastikan bahwa tidak ada lagi sampah yang 'hilang' atau dibuang ke tempat tidak semestinya," tuturnya.
Sanksi tegas juga akan diterapkan bagi kawasan yang tidak mematuhi kewajiban ini. Berdasarkan Pasal 127 Ayat (2) Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, sanksi berupa uang paksa minimal Rp10 juta dan maksimal Rp50 juta.
Sementara dalam Pergub Nomor 102 Tahun 2021, pelanggar akan diberikan teguran tertulis hingga tiga kali, dan jika tetap tidak patuh, DLH akan mempublikasikan kawasan atau perusahaan tersebut sebagai pihak yang berpotensi mencemarkan lingkungan.
Untuk mendukung implementasinya, DLH menyediakan layanan helpdesk bagi pengelola kawasan dan penyedia jasa sampah. "Kami ingin menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang tertib, transparan, dan bertanggung jawab," ucap Asep.
Pesapa Kawan ungkap Asep, diharapkan menjadi tulang punggung transformasi pengelolaan sampah di Jakarta, mendukung visi Ibukota sebagai metropolis modern yang berkelanjutan.
(ory/ory)