Peringatan Horor Bos JPMorgan, American Dream Terancam Pudar Akibat Bom Waktu USD10 Triliun

8 hours ago 6

loading...

CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon kembali melontarkan peringatan serius yang menggetarkan publik Amerika Serikat (AS). Foto/Dok

JAKARTA - CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon kembali melontarkan peringatan serius yang menggetarkan publik Amerika Serikat (AS) . Setelah bertahun-tahun menyoroti suku bunga dan krisis perbankan , kali ini bos bank terbesar di AS ini menegaskan bahwa 'American Dream' tengah sirna dan kian tak terjangkau bagi jutaan keluarga serta generasi mendatang.

Enam bulan setelah pertama kali membunyikan alarm lewat American Dream Initiative, JPMorgan merilis laporan riset terbaru bertajuk "Powering 10 Million Small Businesses" yang membeberkan angka realistis di balik ancaman tersebut. Yakni gelombang pensiun massal pemilik usaha yang menciptakan risiko likuidasi bernilai USD10 triliun atau setara Rp175.296 triliun (dengan kurs Rp17.529 per USD).

Bom Waktu Demografi

Pusat krisis yang disuarakan Dimon berakar pada fenomena penuaan pemilik usaha kecil dan menengah (UMKM) di Amerika Serikat. Dalam satu dekade ke depan, diperkirakan 12 juta bisnis dengan total aset mencapai USD10 triliun harus berpindah tangan.

Baca Juga: Daftar Bank-bank Terbesar di Dunia 2025, JPMorgan Memimpin 3 Tahun Beruntun

Survei Chase terhadap 1.000 pemilik usaha membeberkan realita pahit, bahwa meski 70% pemilik mengaku berada di tahap awal perencanaan suksesi, hanya 8% yang telah memiliki rencana suksesi matang. Di sektor-sektor kritis yang vital bagi keamanan nasional AS, lebih dari separuh pemilik usaha telah berusia 55 tahun ke atas.

Kondisi tersebut membuka risiko pengangguran massal. Survei Gallup menunjukkan bahwa 27% pemilik usaha berusia di atas 55 tahun memilih untuk menutup bisnis secara permanen dibanding menjual atau mentransfer kepemilikan. McKinsey memproyeksikan kegagalan suksesi ini mengancam jutaan lapangan kerja dan ratusan miliar dolar belanja daerah.

Desakan Regulasi ke Washington

Mengimbangi peringatan kerasnya, JPMorgan tidak sekadar merilis data. Bank dengan rekor keuntungan tertinggi sepanjang sejarah AS dan mendekati valuasi USD1 triliun ini berkomitmen menyalurkan pinjaman USD80 miliar untuk bisnis kecil selama 10 tahun, lengkap dengan layanan konsultasi transisi kepemilikan.

Baca Juga: Utang AS Meledak Tembus Rekor Rp707.154 Triliun, Sinyal Bahaya Ekonomi Global Berbunyi

JPMorgan juga mendesak DPR AS dan Small Business Administration (SBA) untuk segera mengesahkan serangkaian undang-undang suksesi serta menyediakan panduan suksesi nasional. Langkah ini terasa semakin relevan mengingat Dimon sendiri kini telah menginjak usia 70 tahun dan kerap menjadi sorotan terkait suksesi di pucuk pimpinan JPMorgan.

(akr)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |