loading...
Rezim Kim Jong-un membangun fasilitas pengayaan uranium baru untuk memperbanyak persenjataan nuklir Korea Utara. Foto/Rodong Sinmun
PYONGYANG - Rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korea Utara (Korut) diketahui telah membangun fasilitas pengayaan uranium baru untuk memperbanyak senjata nuklir negara tersebut. Langkah tersebut memicu kekhawatiran serius Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Menurut laporan IAEA, yang dikutip The Guardian, Kamis (10/9/2026), bangunan baru yang terletak di fasilitas nuklir utama Yongbyon tersebut dapat menampung hingga 28 rangkaian sentrifus—mesin yang umum digunakan untuk pengayaan uranium.
Baca Juga: Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
Rezim Kim Jong-un juga telah memperluas operasi di lokasi pengayaan uranium di Kangson, dekat ibu kota Pyongyang. Ini terungkap dari citra satelit dan materi sumber terbuka, termasuk foto-foto yang diterbitkan oleh media pemerintah negara tersebut.
IAEA, yang inspektur-inspektur mereka diusir dari Korea Utara pada tahun 2009, mengidentifikasi bangunan di Yongbyon tersebut sebagai fasilitas pengayaan uranium kedua di negara itu setelah membandingkan citra satelit yang diambil selama masa konstruksi dengan foto-foto media yang memperlihatkan kunjungan pemimpin negara itu, Kim Jong-un, pada awal Juni.
Dalam kunjungannya, Kim Jong-un mengeklaim bahwa kapasitas Korea Utara untuk memproduksi material nuklir tingkat senjata telah meningkat lebih dari dua kali lipat selama lima tahun terakhir. Dia kemudian menjanjikan rencana besar di masa depan untuk memperkuat kekuatan nuklir negara secara eksponensial.
Mengutip analisis tahun 2025 oleh James Martin Center for Nonproliferation Studies di AS, surat kabar Korea Selatan; Chosun Daily, menyebutkan bahwa potensi 28 rangkaian sentrifus—yang mencakup total 4.592 unit sentrifus—di fasilitas Yongbyon tersebut dapat menghasilkan sekitar 85 kg uranium yang diperkaya tinggi (tingkat senjata) per tahun. Jumlah itu cukup untuk membuat tiga atau empat hulu ledak nuklir tambahan.
Dalam pernyataan yang dirilis pekan ini, Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, mengatakan: "Operasi yang terus berlangsung di fasilitas pengayaan nuklir Kangson dan Yongbyon, serta laporan mengenai perluasan lebih lanjut produksi bahan nuklir tingkat senjata [milik Korea Utara], merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan."






























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4953618/original/005697300_1727331981-photo_2024-09-26_13-08-45.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4832884/original/011967600_1715775879-Infinix_GT_20_Pro_Teaser_Image_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6492443/original/086817300_1779350140-20250526-183300.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4934702/original/067571900_1725275730-OPPO_A3_-_Starry_Purple.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7148863/original/040932700_1779937035-phone_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289866/original/053202600_1783416904-kungfusoccer1200.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502302/original/047802000_1770976193-infinix_50.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4589219/original/009214200_1695721244-EA_Sports_FC_Mobile.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5913277/original/009835300_1778811949-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4689887/original/091325800_1702878682-tecno_spark_20_pro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4573046/original/028998000_1694542530-iPhone_15_1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6580028/original/076990500_1779422619-cropped-26a9195a-9962-4ba7-bf04-3a093ebea99e.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6369278/original/085959600_1779244396-tuf_plastic_15_08_1.jpg)