Pasar HP Lipat Mulai Lesu di 2025, Era Foldable Sudah Lewat?

3 weeks ago 20

Liputan6.com, Jakarta - HP lipat sempat dinilai berpotensi besar menjadi pilihan utama pengguna smartphone generasi berikutnya. Inovasi layar fleksibel dan menghadirkan pengalaman berbeda, serta desain ringkas dan mudah disimpan di saku, menjadi daya tarik utama perangkat tersebut.

Meski berbagai inovasi terus dihadirkan dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap ponsel lipat mulai menurun pada 2025. Sejumlah indikator pasar menunjukkan, ketertarikan konsumen terhadap perangkat ini tidak lagi setinggi pada awal diperkenalkan ke publik.

ini menimbulkan tanda tanya, apakah penurunan tersebut hanya bersifat sementara, atau justru menjadi indikasi adanya perubahan tren lebih luas di industri smartphone?

Tahun 2025 Perangkat Lipat Alami Penurunan Langka Setelah Bertahun-Tahun Ekspansi

HP layar sempat mencatat kenaikan pesat pada awal 2020-an, Hal ini dipicu oleh banyaknya produsen masuk ke segmen tersebut, didukung teknologi semakin matang serta harga sejumlah model yang kian terjangkau.

Namun, tren ini mulai menurun pada 2025. Berdasarkan laporan Counterpoint Research, pengiriman panel layar lipat diperkirakan turun sekitar 4 persen pada 2025, setelah pergerakannya stagnan di 2024.

Data ini menunjukkan minat terhadap ponsel lipat mulai berkurang. Produsen pun disebut lebih membatasi peluncuran produk dengan merilis lebih sedikit model dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Penurunan Penjualan Samsung dan Perjuangan Pangsa Pasar

Samsung telah lama memimpin segmen pasar ponsel lipat. Namun, perusahaan asal Korea Selatan tersebut kini mengalami penurunan penjualan pada perangkat lipat tersebut.

Penurunan tersebut terus berlanjut sampai Samsung meluncurkan seri terbarunya, yaitu Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7. Secara keseluruhan perangkat lipat masih mengusai pori kecil di seluruh pasar lanskap smartphone.

Namun yang menarik, kontribusi ponsel lipat diperkirakan hanya sekitar1,5% dari total penjualan. Artinya, lebih dari 98% ponsel yang beredar di pasaran masih di dominasi ponsel konvensional.

Konsumen Masih Waspada

Berbeda dengan ponsel lipat di China justru tumbuh secara signifikan, laporan mencatat pertumbuhan perangkat tersebut mencapai angka lebih dari 30% pada tahun 2025.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh permintaan yang melonjak untuk model  Huawei dan merek lokal lainnya. Performa pasar lokal yang lebih baik ini menunjukkan adanya potensi permintaan, meski belum menunjukkan tren pemulihan secara global.

Mengapa 2026 Bisa Menjadi Penting

Ponsel lipat diprediksi menjadi titik balik pasar pada 2026. Salah satu faktornya, yaitu karena Apple akan mengeluarkan ponsel lipat pertamanya, yang sangat dinanti-nanti oleh pengguna iPhone. Beberapa laporan menyebut Apple akan hadir pada Februari 2026.

Dengan masuknya Apple pada segmen lipat ini diperkirakan akan memperluas pasar, tidak sekedar mendistribusikan permintaan yang ada. Peluncuran perangkat lipat Apple dinilai mampu mendorong pertumbuhan yang signifikan pada segmen ponsel layar lipat sepanjang 2026, berkat meningkatnya minat konsumen.

Apa yang Perlu Ditembus 2026?

Ponsel lipat perlu beberapa hal agar benar-benar bergeser dari pasar terbatas ke arus utama pada 2026:

  • Harga dan daya tahan yang lebih baik: Perangkat lipat harus mampu menutup kesenjangan harga dengan ponsel kelas atas dan meningkatkan daya tahan untuk mengurangi masalah perbaikan serta memastikan umur panjang.
  • Kasus penggunaan yang jelas: Ponsel lipat harus menonjol dalam penggunaan sehari-hari, seperti produktivitas, multitasking, dan konsumsi media.
  • Masuknya Apple sebagai katalisator: Jika iPhone lipat memberikan kinerja unggul dan sinergi ekosistem, hal ini dapat memvalidasi kategori ponsel lipat bagi jutaan pembeli di luar pengadopsi awal.
Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |