OpenAI Mau Gugat Apple, Kemitraan ChatGPT di iPhone Hampir Bubar

2 days ago 19

Liputan6.com, Jakarta - Dua tahun lalu, Apple dan OpenAI membuat industri teknologi terkejut dengan mengumumkan kemitraan besar mereka. Kala itu, kedua perusahaan berencana untuk memasukkan ChatGPT ke Siri, Image Playground, dan berbagai fitur di ekosistem Apple.

Akan tetapi, kemitraan keduanya berpotensi pecah kongsi. Mengutip laporan Bloomberg, Minggu (17/5/2026), OpenAI kini mempertimbangkan langkah hukum terhadap perusahaan berbasis di Cupertino tersebut.

Kolaborasi kedua raksasa teknologi ini diawali dengan ambisi besar, di mana ChatGPT akan terintegrasi langsung ke dalam Siri dan sejumlah fitur Apple Intelligence lainnya di iOS, iPadOS, dan macOS.

Pengguna iPhone pun bisa berlangganan ChatGPT langsung lewat menu Settings, dengan format bagi hasil dengan Apple setiap kali ada pengguna berlangganan chatbot tersebut.

OpenAI masuk ke ekosistem dengan satu miliaran pengguna iPhone di seluruh dunia. Di atas kertas, angka pendapatan berlangganan yang miliaran dolar per tahun terasa bukan mimpi. Tapi kenyataan berkata lain.

Pendapatan diharapkan mengalir deras ternyata tidak mendekati proyeksi awal. Dan OpenAI, menurut sumber Bloomber, mulai menyadari Apple tidak benar-benar mendorong integrasi ini dengan serius.

Para eksekutif di OpenAI percaya, Apple tidak gencar mempromosikan ChatGPT kepada penggunanya. Tak hanya itu, permintaan perusahaan agar AI buatannya terintegrasi lebih dalam di berbagai aplikasi Apple juga tidak kunjung terealisasi.

Kondisi pun semakin rumit, karena Apple dikenal sebagai perusahaan sangat menjaga kerahasiaan internal. Akibatnya, OpenAI tidak punya visibilitas cukup tentang bagaimana sebenarnya ChatGPT beroperasi di iPhone, iPad, dan Mac.

"Pada dasarnya mereka mengatakan, 'OpenAI perlu mengambil langkah berani dan mempercayai kami,'" kata seorang eksekutif OpenAI yang tidak disebutkan namanya kepada Bloomberg. 

"Kami telah melakukan segalanya dari perspektif produk," kata eksekutif tersebut. "Mereka belum, dan lebih buruk lagi, mereka bahkan belum melakukan upaya yang jujur."

OpenAI: Apple Kurang Promosikan ChatGPT di iPhone dkk

iPhone 17 Pro series. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Keluhan OpenAI juga bukan tanpa dasar. Saat ini, pengguna Siri harus pakai kata "ChatGPT" saat berbicara atau mengetik perintah untuk mendapatkan hasil dari chatbot OpenAI.

Respons ChatGPT yang ditampilkan dalam antarmuka Siri juga berisi informasi terbatas dibandingkan dengan aplikasi ChatGPT.

Negosiasi ulang pun sudah OpenAI coba dan tampaknya telah terhenti. Akibat hal tersebut, perusahaan akan mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukum terhadap Apple.

Kabarnya, mereka sedang mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk mengirimkan surat kepada Apple menuduh adanya pelanggaran kontrak, tanpa harus mengajukan gugatan penuh.

Namun, OpenAI masih berharap dapat menyelesaikan masalah ini di luar pengadilan.

iOS 27 diharapkan dapat memanfaatkan chatbot lain seperti Gemini milik Google dan Claude milik Anthropic, tetapi ini tampaknya bukan salah satu keluhan OpenAI, karena kemitraannya dengan Apple tidak pernah dimaksudkan untuk eksklusif.

Aplikasi Siri yang dikabarkan akan hadir di iOS 27 dengan fitur "Ekstensi" untuk chatbot lain justru mungkin lebih mempromosikan ChatGPT.

Pengguna ChatGPT di Mac Diminta Update

OpenAI meminta seluruh pengguna ChatGPT versi desktop dan  aplikasi OpenAI lain di perangkat Mac untuk segera update sebelum 12 Juni 2026.

Setelah tanggal tersebut, aplikasi versi lama berpotensi tidak lagi berjalan normal dan diblokir. Alasannya, perlindungan keamanan macOS akan berhenti mengonfirmasi sertifikat lama dipakai untuk menandatangani aplikasi.

Langkah ini diambil setelah OpenAI mengungkap insiden keamanan terkait dengan serangan supply chain Mini Shai-Hulud di ekosistem TanStack npm.

Mengutip keterangan OpenAI via Apple Insider, Minggu (17/5/2026), perusahaan menyebutkan ada dua perangkat karyawan terdampak oleh serangan siber tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi, ada aktivitas akses tidak sah pada sebagian kecil repositori source code internal bisa diakses oleh dua karyawan itu. 

Meski terdengar serius, OpenAI menegaskan tidak menemukan bukti ada data pengguna yang diakses atau dicuri, sistem dibobol, kekayaan intelektual perusahaan terdampak, atau software OpenAI dimodifikasi oleh pelaku serangan.

"Kami memastikan bahwa hanya materi kredensial terbatas yang berhasil dieksfiltrasi dari repositori kode ini dan tidak ada informasi atau kode lain yang terdampak," kata OpenAI.

Perusahaan juga menyebutkan, tidak ada bukti sertifikat terdampak dipakai untuk menandatangani atau meloloskan malware.

Kenapa pengguna Mac harus update?

Masalah utama ada pada sertifikat penandatanganan aplikasi atau code-signing certificate. Sertifikat ini membantu macOS memastikan sebuah aplikasi benar-benar berasal dari pengembang resmi. 

Di macOS, sistem seperti Gatekeeper dan notarization memakai sertifikat tersebut untuk menentukan apakah aplikasi aman dibuka atau perlu diblokir. Karena sertifikat lama OpenAI ikut terdampak, perusahaan mengganti sertifikat dan menandatangani ulang aplikasi mereka.

OpenAI tidak langsung mencabut sertifikat lama karena langkah itu bisa mengganggu pengguna yang masih memakai aplikasi versi lama. Sebagai gantinya, perusahaan memberi waktu hingga 12 Juni 2026 agar pengguna Mac bisa memperbarui aplikasi.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |