Migi Rihasalay Melaju di Malang Fashion Runway 2026, Usung Koleksi Busana Mother Earth

4 hours ago 5

Jadi intinya...

  • Migi Rihasalay sukses di MFR 2026 dengan koleksi "Mother Earth" yang menarik perhatian.
  • Koleksi "Mother Earth" menyuarakan krisis ekologi dan ajakan peduli lingkungan.
  • Desainnya merepresentasikan unsur pembentuk bumi dan awal pertumbuhan kehidupan.

Liputan6.com, Jakarta - Rekam jejak Migi Rihasalay di dunia seni khususnya mode makin bersinar sepanjang tahun ini. Seniman sekaligus desainer ini melenggang ke ajang bergengsi Malang Fashion Runway 2026 atau MFR 2026, mengusung tema Mother Earth. Melalui karya seri ke-15 yang terdiri delapan rancangan adibusana itu, Migi Rihasalay berhasil menyedot perhatian para pencinta mode di Jawa Timur.

MFR 2026 digelar di Grand Hall Malang Town Square, Jawa Timur, pada 11 dan 12 Juli 2026. Migi Rihasalay bersyukur atas pencapaian ini. “Senang rasanya ketika penampilan kami diapresiasi luar biasa dari masyarakat termasuk para pencinta mode. Rasa capainya hilang dan berbuah kebahagiaan,” katanya dalam wawancara online pada 16 Juli 2026. Migi Rihasalay sebenarnya menyiapkan koleksi Mother Earth atau Ibu Pertiwi sebanyak 12 gaun.

Namun yang ditampilkan di MFR 2026 akhirnya delapan. Tema Mother Earth dipilih untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat, bahwa saat ini Ibu Pertiwi menangis karena kerusakan alam akibat ulah manusia.

“Pada pergelaran MFR yang ketujuh ini saya menyuarakan keprihatinan terhadap krisis ekologi melalui koleksi bertema Mother Earth. Pesan ini diperkuat dengan penayangan video pembuka yang menggambarkan perjalanan bumi sejak penciptaan hingga mengalami degradasi akibat ulah manusia,” terang Migi Rihasalay.Koleksi Mother Earth hadir sebagai pengingat agar masyarakat mulai kembali peduli terhadap lingkungan melalui langkah-langkah sederhana seperti menanam pohon dan melakukan penghijauan.

Unsur Pembentuk Bumi

Dalam koleksi busana Mother Earth, Migi Rihasalay bermain-main dengan warna dasar yang merepresentasikan unsur pembentuk bumi pada masa awal kehidupan sebelum dimulai. “Seperti bebatuan, sebelum tumbuhnya pepohonan dan ekosistem hijau seperti yang dikenal saat ini. Detail busana menampilkan elemen akar, bibit, serta ornamen bernuansa gurun dan pasir, warna tembaga, yang melambangkan awal pertumbuhan kehidupan,” ulasnya.

Dalam kesempatan itu, Migi Rihasalay menyampaikan apresiasi kepada Agoeng Soedir Poetra selaku founder MFR. Pria yang akrab disapa Panda ini dikenal sebagai the master of runway, koreografer terkemuka, sekaligus salah satu tokoh industri fesyen. “Saya sangat berterima kasih kepada Panda yang selalu memberi kesempatan kepada generasi muda untuk menampilkan kreasi di dunia mode,” Migi Rihasalay membeberkan.

Keistimewaan Malang

Malang memiliki tempat khusus dalam perjalanan karier Migi Rihasalay sebagai desainer. Ia pertama kali mendapat ruang berkarya di Malang saat berstatus pelajar pada 2018, melalui Malang Fashion Runway edisi perdana. “Saat itu saya masih sekolah, tapi Malang menerima saya untuk berkarya dan mengekspresikan diri. Di sinilah saya merasa termotivasi untuk terus berkembang,” pungkas Migi Rihasalay.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Anak Dodhy Kangen Band Ikuti Jejak Ayah di Musik, Siap Rilis Single 'Baby Don't Go

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |