Mendadak Jadi Miliarder, Pria Ini Menemukan Bitcoin yang Hilang 12 Tahun Bernilai Rp78,9 Miliar

1 hour ago 5

loading...

Sebuah kisah bak keajaiban finansial dialami seorang pria asal Inggris. Aset kripto Bitcoin (BTC) miliknya yang sempat hilang dan dianggap hangus selama 12 tahun akhirnya berhasil dipulihkan. Foto/Dok

LONDON - Sebuah kisah bak keajaiban finansial dialami seorang pria asal Inggris. Aset kripto Bitcoin (BTC) miliknya yang sempat hilang dan dianggap hangus selama 12 tahun akhirnya berhasil dipulihkan.

Pemulihan ini seketika mengubah nasib sang pemilik mendadak menjadi miliarder dengan total kekayaan mencapai 3,3 juta pounds (atau sekitar Rp78,9 miliar dengan kurs Rp23.922 per pounds). Pria yang memilih untuk tetap anonim ini awalnya membeli Bitcoin senilai 1.500 pound (Rp35,8 juta) atau setara USD2.400 pada tahun 2011 atas saran seorang rekannya, ketika harga Bitcoin masih berada di tahap awal perkembangannya.

Baca Juga:

Hanya Punya 1 Aturan, Miliarder Kripto Ini Raup Cuan Rp267 Triliun dengan ChatGPT


Namun aset digital milik pria tersebut terkunci saat bursa kripto tempat ia membeli -Intersango- secara mendadak berhenti beroperasi pada tahun 2014, karena tanpa regulasi resmi dari otoritas keuangan Inggris (Financial Conduct Authority/FCA). Selama bertahun-tahun, pria ini mengalami beban finansial yang berat akibat biaya pengobatan orang tuanya yang lansia serta biaya pendidikan perguruan tinggi anak-anaknya.

"Rasanya seperti dipukul di perut saat melihat harga Bitcoin terus melonjak. Lama-kelamaan saya berhenti memantaunya karena berpikir aset itu sudah lenyap," ungkapnya.

Baca Juga: 11 Kisah Kebangkrutan Miliarder Dunia, dari Raja Kripto hingga Mantan Perempuan Terkaya

Pada tahun 2018, ia sempat menerima email dari pendiri bursa untuk mengklaim asetnya, namun ia menghapusnya karena mengira pesan tersebut merupakan upaya penipuan (scam). Atas dorongan sang istri, ia akhirnya menghubungi firma hukum CEL Solicitors yang berpesialisasi dalam pemulihan aset kripto. Hanya dalam hitungan bulan, akses terhadap Bitcoin miliknya berhasil dipulihkan secara legal.

Meski asetnya kini aman di bursa kripto terdaftar, pria tersebut mengaku masih sering memeriksa akunnya hingga 20 kali sehari karena kekhawatiran terhadap peretas. Ia mengungkapkan rencana untuk mencairkan sebagian aset Bitcoin miliknya guna membeli rumah yang lebih luas bagi ibu mertuanya yang sedang sakit, membiayai liburan keluarga, serta menggelar pesta.

(akr)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |