Laporan Liputan6.com dari Busan: LG Ungkap Tantangan Besar Jual Vacuum Cleaner di Indonesia

9 hours ago 4

Liputan6.com, Busan - Indonesia diakui sebagai pasar dengan potensi besar untuk deretan produk home appliance modern. Hal ini diungkap oleh LG Electronics.

Di sela-sela acara LG InnoFest 2026 APAC di Busan, Korea Selatan, Head Product for Dishwashers and Vacuum Cleaner LG, Seungtaek Ryu, mengakui jalan untuk memperluas adopsi produk seperti vacuum cleaner dan styler di Tanah Air belum berjalan mulus.

Ia menjelaskan, tantangan utamanya saat ini bukan terletak pada respons pengguna yang sudah mencoba produk, akan tetapi pada awareness pasar yang masih perlu dibangun lebih kuat.

Tak hanya itu, perusahaan asal Korea Selatan itu juga sudah mulai menjual deretan pembersih debu dan styler dengan harga lebih beragam untuk negara berkembang seperti di Indonesia.

“Vacuum cleaner baru diluncurkan tahun ini di pasar lokal. Karena itu, perusahaan masih terus memantau perkembangan respons konsumen,” ucap Seungtaek Ryu.

Untuk styler, LG mengakui memang penetrasi perangkat ini belum tinggi di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut kemungkinan dipengaruhi faktor kebutuhan dan relevansinya dalam keseharian, termasuk soal cuaca dan kebiasaan pasar. 

“Pertama-tama, bicara soal styler, sebenarnya produk ini belum begitu populer di pasaran. Saya kira karena faktor cuaca, dan karena kebutuhan,” ucap Seungtaek Ryu.

Akan tetapi, perusahaan tidak melihat tantangan tersebut sebagai sinyal negatif dalam jangka panjang. Perusahaan justru menilai masih ada peluang, apalagi dengan gaya hidup konsumen terus berubah.

“Kami percaya masih ada potensi, karena tiap negara memiliki perbedaan gaya hidup, kami percaya produk ini memiliki potensial besar,” tuturnya.

Bukan karena pasar yang menolak produk, tetapi konsumen perlu diyakinkan lewat edukasi, pengalaman langsung, dan penyesuaian lebih dekat dengan kebutuhan lokal.

Strategi LG untuk Raih Pasar Penyedot Debu di Indonesia

Head Product for Dishwashers and Vacuum Cleaner LG, Seungtaek Ryu dan Lea Lee, Global PR Leader LG Electronics, di InnoFest 2026 APAC. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Terkait strategi untuk mengatasi hambatan tersebut, Seungtaek Ryu nebegasjab nasalah utamanya ada pada awareness. “Pada dasarnya, ini hanya soal awareness. Jadi kami berinvestasi untuk membuat orang-orang menyadari produk ini, dan bagaimana cara kerjanya.”

Secara terbuka, LG juga tertarik untuk mendengarkan feedback dari konsumen di Indonesia sehingga produk tersebut bisa disesuaikan dengan gaya hidup lokal.

Apakah ini langkah LG sedang mencoba melokalisasi produk? Jawaban perusahaan sangat singkat dan jelas. Ya. Di pasar seperti Indonesia, kedekatan produk dengan kebutuhan sehari-hari pengguna sangat menentukan ketimbang sekadar spesifikasi tinggi.

Harga juga menjadi faktor penentu, di mana banyak produk LG masih terhitung mahal untuk pasar Indonesia. “Dulu ya, kami hanya menyediakan produk-produk kelas atas, produk premium. Tetapi saat ini, kami lebih banyak menyediakan produk-produk kelas menengah.”

Tak hanya itu, ia juga menegaskan rentang harga produk akan dibuat lebih lebar dari kategori kelas menengah hingga premium. LG berharap, konsumen akan punya lebih banyak pilihan produk sesuai dengan daya beli dan kebutuhan.

Perusahaan asal Korea itu juga sadar, untuk menembus pasar di negara berkembang, mereka tidak bisa mengandalkan citra premium. “Opsi harga lebih terjangkau perlu dibuka, asalkan kualitas tetap terjaga.” katanya.

Hal yang Dicari Konsumen Saat Beli Vacuum Cleaner

Vacum cleaner baru di LG InnoFest 2026 APAC. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Apa yang konsumer cari ketika membeli vacuum cleaner atau penyedot debu saat ? Fitur pintar, desain yang praktis, atau performa pembersihan yang kuat? Pertanyaan itu dijawab langsung LG saat acara LG InnoFest 2026 APAC digelar.

Saat ditanya soal arah pengembangan produk home appliance mereka untuk pasar global, termasuk di Indonesia, jawaban perusahaan asal Korea Selatan ini mengungkap hal penting. 

Menjawab kebutuhan konsumen yang semakin kompleks saat ini, LG mengatakan perangkat mana yang ingin dibeli tidak lagi bisa dilihat dari satu sisi saja.

Head Product for Dishwashers and Vacuum Cleaner LG, Seungtaek Ryu, mengatakan perusahaan tidak melihat smart features, compact design, dan performa membersihkan sebagai elemen berdiri sendiri.

Menurutnya, ketiga hal tersebut saling terhubung sehingga membentuk pengalaman penggunaan optimal dalam keseharian konsumen.

“Ya, kami tidak bisa mengatakan hanya satu hal saja, karena semuanya saling berkaitan dan saling terhubung. Namun, ketika bicara dari sisi pemasok atua merek, itu adalah teknologi,” kata Seungtaek Ryu kepada Liputan6.com.

Pernyataan ini memberikan gambaran jelas tentang cara perusahaan membaca pasar vacuum cleaner saat ini. Memang konsumen ingin perangkat yang praktis saat dipakai, mudah disimpan, tetapi masih punya kemampuan bersih-bersih yang bisa diandalkan.

Namun di sisi produsen, teknologi tetap dipandang sebagai pembeda utama perangkat buatan mereka di tengah persaingan pasar semakin ramai.

Peran Penting Teknologi di Produk LG

Ada fakta menarik, LG sendiri masuk pasar pembersih debu di Indonesia lewat lini premium mereka. Setelah itu, perusahaan baru memperkenalkan deretan vacuum cleaner dengan harga lebih terjangkau.

Menariknya, penerapan teknologi tersebut tidak hanya diarahkan untuk robot vacuum cleaner. Akan tetapi juga untuk lini stick vacuum hingga produk wet and dry cleaner.

“Itulah sebabnya kami juga mengembangkan teknologi pintar berbasis AI. Bukan hanya untuk robot vacuum cleaner, tetapi juga untuk perangkat stick vacuum and dry,” ujarnya.

Bagi perusahaan, teknologi bukan sekadar pelengkap untuk mempercantik produk saat dipasarkan, tetapi bagian inti dari arah pengembangan vacuum cleaner ke depan.

Seungtaek Ryu menyebut, prioritas perusahaan tetap berada pada kepempinan teknologi, terutama saat konsumen kini lebih mempertimbangkan lebih banyak hal sebelum memutuskan membeli penyedot debu.

“Jika ketika bicara soal prioritas, ya, teknologi. Memimpin dalam teknologi,” tutur Seungtaek Ryu. 

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |