Laporan Liputan6.com dari Bangkok: Huawei Watch Fit 5 Series Jadi Standar Baru Smartwatch Premium

6 hours ago 2

Liputan6.com, Bangkok - Lampu utama di panggung ballroom Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Thailand meredup sesaat ketika layar raksasa menampilkan sebuah jam tangan pintar (smartwatch) terbaru.

Ribuan orang dari berbagai latar belakang seperti kreator konten, influencer, hingga jurnalis mengangkat telepon genggam mereka hampir bersamaan untuk mengabadikan momen tersebut.

Di tengah sorotan cahaya, Senior Product Expert Huawei, Farangis Sultonzoda, melangkah memperkenalkan salah satu smartwatch terbaru Huawei Watch Fit 5 Series (Watch Fit 5 dan Watch Fit 5 Pro).

"Hari ini, kami siap melangkah lebih jauh. Hadirin sekalian, izinkan saya memperkenalkan Huawei Watch Fit 5 Series," kata Farangis dalam peluncuran global bertajuk 'Now Is Your Spark' tersebut, Kamis (7/5/2026).

Jurnalis Liputan6.com, Ady Anugrahadi, turut menghadiri acara peluncuran produk terbaru Huawei itu secara langsung.

Di latar belakang panggung, video yang menampilkan Huawei Watch Fit 5 Series memenuhi layar. Farangis meminta hadirin memperhatikan bentuk jam tangan itu.

Bingkai hitam layar dipangkas hingga 24 persen sehingga hanya menyisakan bezel setebal 1,8 milimeter.

Layarnya menggunakan panel LTPO AMOLED 1,92 inci dengan rasio layar terhadap bodi mencapai 83 persen. Tingkat kecerahannya pun disebut mencapai 3.000 nits agar tetap terlihat jelas di bawah matahari terik.

Permukaan layar dilapisi kaca safir 2.5D, sementara bezel menggunakan paduan titanium kelas dirgantara.

Smartwatch Jadi Bagian Identitas Pengguna

Dari panggung itu, Huawei mencoba membangun gagasan bahwa perangkat wearable bukan lagi alat penghitung langkah atau pendeteksi detak jantung, melainkan bagian dari identitas pengguna yang aktif bergerak di luar ruang.

Farangis lalu mengangkat versi berwarna oranye. Warna itu tampil mencolok di layar besar panggung. Ia menyebut strap anyaman Huawei Air-drive dibuat 16 persen lebih ringan dan 13,5 persen lebih breathable dibanding generasi sebelumnya, agar tetap nyaman ketika suhu tubuh meningkat saat berolahraga.

Tepuk tangan baru terdengar lebih ramai ketika versi lain dipamerkan. Jam tangan itu hadir dalam tiga warna yakni oranye, putih, dan hitam--tetapi Huawei tampaknya ingin menjual lebih dari sekadar desain.

Dari panggung yang sama, Farangis menggeser pembicaraan ke gaya hidup. Ia menggambarkan situasi ketika seseorang terlalu sibuk bekerja hingga lupa bergerak sepanjang hari. Rapat memanjang, sore lewat begitu saja, dan tubuh nyaris tidak berpindah dari kursi kerja.

Dari situ, Huawei memperkenalkan Mini Workout Mode, fitur latihan singkat yang bisa diakses langsung melalui smartwatch.

Kemudian, visual seekor panda muncul di layar panggung. Jika pengguna terlalu lama diam, panda itu terlihat tampak lelah. Ketika pengguna mulai bergerak, panda kembali aktif.

“Karena bergerak seharusnya terasa menyenangkan, bukan menjadi kewajiban,” kata Farangis.

Narasi tentang gaya hidup aktif terus diperluas. Huawei Watch Fit 5 Pro menghadirkan virtual cycling power tanpa power meter tambahan untuk pesepeda. Smartwatch itu juga memiliki fitur virtual cadence, group ride melalui aplikasi Huawei Health, hingga pemeringkatan performa berdasarkan jarak tempuh dan virtual power.

Akurasi Pencatatan Jarak Tembus 98,84 persen

Setelah itu, layar menampilkan jalur pegunungan dan rute trail running. Huawei memperkenalkan sistem positioning Sunflower terbaru yang disebut memiliki sinyal 45 persen lebih kuat dan akurasi jarak 40 persen lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Akurasi pencatatan jaraknya diklaim mencapai 98,84 persen.

Di pergelangan tangan pengguna, smartwatch itu dapat menampilkan sisa waktu menuju checkpoint, total tanjakan, hingga elevasi yang masih harus ditempuh secara real time. Huawei juga menyebut perangkat itu mendukung pengenalan aktivitas bersepeda otomatis, deteksi jarak jatuh, hingga free diving hingga kedalaman 40 meter.

Menjelang akhir presentasi, Farangis memperkenalkan Workout Service, platform yang memungkinkan pengembang pihak ketiga membangun layanan langsung di atas data kesehatan dan olahraga Huawei. Aplikasi tenis, badminton, dan pickleball disebut sudah tersedia sejak hari pertama peluncuran.

Ruangan kembali riuh ketika nama Fanny Ghassani muncul di layar. Farangis menyebut aktris itu sebagai sahabat Huawei sekaligus penggemar smartwatch mereka.

Fanny berjalan ke tengah panggung sambil memperlihatkan Huawei Watch Fit 5 Pro yang melekat di pergelangan tangannya.

“Hidup saya selalu penuh aktivitas mulai dari proses syuting, pemotretan, bepergian, hingga menjaga kebugaran tubuh,” katanya.

Dia menyebut jam tangan seri Fit wearable yang ringan dan berfokus pada kebugaran sudah menjadi bagian alami dari kesehariannya. Fanny lalu bercerita tentang tenis, olahraga yang ia sebut sebagai cara favorit untuk melepas penat dan mengembalikan energi.

Fitur Dynamic Green View

Fanny mengatakan aplikasi tenis terbaru di Huawei Watch Fit 5 Pro mengubah cara ia memahami permainannya sendiri. Ia dapat melihat seberapa sering melakukan backhand dan memantau konsistensi forehand dari waktu ke waktu. Dalam satu pertandingan bersama temannya, ia bahkan sempat melakukan rally hingga 30 pukulan.

“Itu membuat saya sadar bahwa saya mampu menjaga konsistensi dalam rally panjang,” ujarnya. Dari sana, ia merasa lebih percaya diri untuk berlatih lebih rutin dan mempelajari kembali setiap pertandingan yang sudah dimainkan.

Dari tenis, pembicaraan bergeser ke golf. Bagi dia, golf bukan soal kecepatan, melainkan menikmati proses sambil menantang diri sendiri dengan cara yang berbeda.

Setiap kali bermain di lapangan baru, terutama ketika bepergian seperti sekarang, hal pertama yang ia buka adalah peta lapangan di smartwatch miliknya. Dari pergelangan tangan, ia bisa memantau tata letak lapangan dan area hazard utama tanpa perlu berpindah ke perangkat lain.

Sebelumnya, Fanny mengaku biasa mengandalkan rangefinder atau telepon genggam untuk mengecek jarak menuju green. Kini, jarak menuju flagstick langsung muncul di layar jam tangan. Dengan informasi itu, menurut dia, pemilihan stik terasa lebih natural dan eksekusi pukulan menjadi lebih percaya diri.

Ia juga menyinggung fitur dynamic green view yang menampilkan kontur kemiringan green sesuai posisi pengguna berdiri. Saat mengatur putt, panduan itu membantu memahami arah dan kekuatan pukulan dengan lebih jelas.

"Untuk pemain kasual seperti saya, panduan seperti ini benar-benar membuat perbedaan besar di area green,” katanya. 

Huawei Health+

Bukan hanya permainan yang terekam, tetapi juga perjalanan tiap hole. Scorecard yang terus terisi memberi gambaran tentang bagaimana ia mengelola permainan dari awal hingga akhir. Menjaga par atau sesekali mencetak birdie, menurut dia, membuat setiap hole terasa lebih memuaskan.

Menjelang akhir presentasi, Fanny menyinggung membership Huawei Health+ yang menyediakan berbagai program latihan, kelas kebugaran, hingga panduan ilmiah untuk meredakan nyeri dari spesialis rehabilitasi. Ia menyebut layanan itu praktis digunakan dalam keseharian yang padat berpindah dari lokasi syuting ke aktivitas olahraga.

Di atas panggung Bangkok itu, smartwatch tidak lagi diperlihatkan sekadar sebagai perangkat penghitung langkah atau detak jantung.

Huawei mencoba menempatkan perangkat wearable sebagai bagian dari ritme hidup orang-orang yang terus bergerak dari satu aktivitas ke aktivitas lain.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |