Konsul Kehormatan Belarus di Surabaya Gelar Jamuan Makan Malam dengan Menlu Ryzhenkov

3 weeks ago 18

loading...

Foto bersama seluruh delegasi Belarus di ruang perpustakaan Wisma Habibie Ainun, Jakarta, Selasa (5/8/2025). Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Hubungan bilateral Indonesia dan Belarus lebih erat melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam lawatan pertama kalinya di Indonesia, Menteri Luar Negeri Republik Belarus, H.E Maxim Ryzhenkov, menyepakati berbagai langkah konkret untuk mempererat kerja sama ekonomi, ketahanan pangan, investasi, hingga pertukaran budaya, dan pendidikan.

Di sela kunjungan diplomatik tersebut, Konsul Kehormatan Belarus di Surabaya-Indonesia, H.E Darmawan Utomo, mengadakan jamuan malam dengan Menlu yang didampingi Duta Besar Belarus untuk Indonesia, H.E Raman Ramanouski, sekaligus jajaran delegasi Belarus, bertempat di Wisma Habibie Ainun, Jakarta, Selasa (5/8/2025). Baca juga: Kadin dan Belarus Jajaki Kerja Sama Industri Pupuk, Alat Berat hingga Teknologi Pertahanan

“Jamuan makan malam ini merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi atas kunjungan Yang Mulia Menteri Luar Negeri Republik Belarus beserta delegasi ke Indonesia. Kami berharap dapat mendorong terbukanya peluang kolaborasi konkret antara Belarus dan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia, khususnya di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, serta inisiatif keberlanjutan," ujar Darmawan Utomo yang sudah menjabat sebagai konsul kehormatan Belarus di Surabaya-Indonesia sejak 2015.

Pada sesi sambutan, Menlu Belarus menyampaikan langsung surat apresiasi dari Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, untuk Konsul Kehormatan Belarus di Surabaya-Indonesia atas dedikasi dan kontribusinya dalam memperkuat hubungan persahabatan antara Belarus dan Indonesia, khususnya dalam menjembatani kerja sama ekonomi, sosial, dan budaya yang melibatkan pemangku kepentingan di tingkat lokal.

Darmawan Utomo mengapresiasi sejumlah kesepakatan penting yang dicapai Menteri Luar Negeri Republik Belarus selama kunjungannya di Indonesia, salah satunya tentang Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Indonesia–Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Ia meyakini bahwa inisiatif-inisiatif tersebut akan membuka ruang baru bagi kolaborasi konkret di bidang teknologi dan alat berat, hingga investasi dan pertukaran masyarakat.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |