Kisah Kiai Betok, Pusaka Sakti Kerajaan Demak yang Tewaskan Pembunuh Bayaran

1 day ago 4

loading...

Pusaka Kerajaan Demak bernama Kiai Betok konon pernah menewaskan pembunuh bayaran yang akan menghabisi nyawa sang raja Sunan Prawoto. Foto: Ist

PUSAKAKerajaan Demak konon pernah menewaskan pembunuh bayaran yang akan menghabisi nyawa sang raja. Pembunuh bayaran bernama Rangkud itu merupakan penjaga keputren yang diutus Arya Penangsang untuk membunuh Sunan Prawoto, penguasa Kerajaan Demak.

Hasrat Arya Penangsang tak tertahan untuk menguasai takhta Demak. Jalan satu-satunya yakni mencoba menghabisi nyawa Sunan Prawoto melalui perantara Rangkud. Saat percobaan pembunuhan itu akan terjadi penguasa Demak tengah sakit dan bersandar ke istrinya.

Sunan Prawoto yang dikejutkan dengan kedatangan Rangkud langsung menanyakan maksud dan tujuan kedatangannya. Dengan jawaban jujur dan tanpa rasa malu, Rangkud menyatakan ingin membunuh Sunan Prawoto.

"Pernyataan Rangkud langsung dijawab Sunan Prawoto, Silakan, tetapi biarlah aku sendiri saja yang kau bunuh," demikian dikutip dari buku Puncak Kekuasaan Mataram : Politik Ekspansi Sultan Agung" dari De Graaf.

Rangkud langsung menusukkan satu tusukan keris yang dibawanya ke Sunan Prawoto dan permaisurinya. Satu tusukan membuat Sunan terluka parah. Dengan kekuatan yang masih tersisa, Sunan yang hampir tewas melemparkan kerisnya Kiai Betok kepada sang pembunuh.

Kulit Rangkud tergores sedikit, namun goresan keris sakti itu sudah cukup membuat Rangkud terkapar dan tewas. Di sisi lain, Sunan Prawoto dan permaisurinya akhirnya turut tewas usai menerima tusukan dari Rangkud.

Saudara perempuan Sunan Prawoto bernama Ratu Kalinyamat tidak tinggal diam atas pembunuhan kakaknya. Karena tidak tahu bahwa Sunan Kudus juga terlibat dalam pembunuhan itu, maka dia pergi bersama suaminya menghadap tokoh keramat tersebut untuk meminta keadilan, tetapi tidak memuaskan.

Ketika perjalanan pulang Ratu Kalinyamat dan suaminya diserang oleh abdi Arya Panangsang. Ratu Kalinyamat mengucapkan sumpah agar siapa saja yang berhasil membunuh Arya Panangsang maka dia akan mengabdi dan memberikan semua harta bendanya.

Di lain waktu, Arya Panangsang pernah diminta membunuh Raja Pajang tanpa diketahui siapa pun. Selanjutnya dikirimkan 4 penjaga keputren ke Pajang. Di istana Pajang ditemukan Raja sedang tidur berselimut dodot. Istri-istrinya beristirahat di ujung kaki Raja.

Para pengawal keputren itu mencoba menikam raja dengan keris, tetapi sia-sia. Bahkan, dodotnya ternyata kebal. Keempat orang yang tidak diundang itu terjatuh karena singkapan dodot.

Sultan Pajang yang terbangun oleh teriakan para istrinya, tidak hanya memberi ampun kepada mereka yang berniat membunuhnya, tetapi juga memberi uang dan pakaian. Kemudian mereka pulang dan menyampaikan laporan kepada gustinya.

(jon)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |