JK Sebut Prabowo Mesti Datangi Trump Jika Ingin Setop Serangan ke Iran

2 hours ago 1

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla alias JK meyakini upaya mendamaikan atau menjadi penengah bagi Amerika Serikat-Israel dan Iran yang kini tengah berkonflik bukan urusan yang mudah.

JK mengapresiasi Presiden RI, Prabowo Subianto yang menawarkan diri untuk memediasi konflik tersebut. Namun, menurut pandangannya pihak yang harus didekati adalah Presiden AS, Donald Trump.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira tentu niat baik, bagus. Tapi kalau mendamaikan dalam perang begini tidak mudah. Justru yang harus diberikan, dikunjungi, Trump, karena dia menyerang," kata JK ditemui di Masjid Kampus UGM, Sleman, DIY, Kamis (5/3) malam.

JK berpendapat alangkah baiknya apabila Board of Peace (BOP), badan bentukan Trump yang juga di isi AS, Israel dan Indonesia, menjadi sarana untuk mendamaikan konflik itu.

"Bagaimana mempergunakan Board of Peace itu menjadi perdamaian. Jadi pemerintah Indonesia sebaiknya minta agar dipergunakan Board of Peace itu untuk kedamaian," ujarnya.

JK ikut hadir bersama Presiden-Wapres terdahulu hingga mantan Menteri Luar Negeri memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3) kemarin.

"Ya (membahas) bagaimana keadaan negara, dijelaskan bagaimana kebijakan keadaan negara," kata JK soal isi pertemuan tersebut.

Sepenuturan JK, kondisi geopolitik global yang berkembang belakangan ini, termasuk soal kondisi Iran turut diungkit dalam pertemuan itu.

"Ya, itu tentu, tentu kita mengharapkan ya untuk memberikan simpatilah kepada Iran," ujarnya.

Sebelumnya Kementerin Luar Negeri RI menyebut Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya menjadi fasilitator dialog di tengah kondisi tegang dan membara di kawasan Timur Tengah menyusul serangan AS dan Israel ke Iran. Prabowo bahkan siap bertolak ke Teheran, Iran.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," dikutip dari akun X @Kemlu_RI, Sabtu (28/2).

(fra/kum/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |