Imelda Therinne Bahas Daya Tarik Film Horor Songko: Rasa Takut Bisa Bikin Orang Saling Curiga

5 hours ago 3

Jadi intinya...

  • Film horor "Songko" terinspirasi legenda Minahasa, tentang teror Songko di Tomohon 1986.
  • "Songko" menyoroti ketakutan yang memecah komunitas, bukan hanya penampakan seram.
  • Disutradarai Gerald Mamahit, film ini menghadirkan horor autentik berakar budaya lokal.

Liputan6.com, Jakarta - Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, dan Khiva Iskak membintangi Songko. Film horor ini terinspirasi dari legenda yang berkembang di masyarakat Minahasa. Berlatar tahun 1986, film Songko mengisahkan sebuah desa di Tomohon yang dilanda teror setelah banyak wanita muda tewas secara misterius. Warga mulai percaya desa mereka didatangi Songko, sosok yang dipercaya mengincar darah wanita muda demi memperoleh kekekalan.

Sudah banyak film horor diproduksi sineas Indonesia namun, Imelda Therinne menjanjikan, Songko tak hanya mengobral adegan mengagetkan atau penampakan setan berwajah seram. Menurutnya, kekuatan Songko terletak pada bagaimana ketakutan bisa memecah komunitas.

“Yang membuat cerita ini menarik bukan hanya soal makhluk menakutkan, tapi bagaimana rasa takut bisa membuat orang saling curiga dan menyalahkan. Itu membuat cerita Songko terasa sangat manusiawi sekaligus menegangkan,” ungkapnya di Jakarta, pada Kamis (9/4/2026).

Trailer dan poster resmi film Songko yang diproduksi Dunia Mencekam Studios bersama Santara Filmachine telah diluncurkan pekan ini. Dalam trailer, penonton diajak mencicipi atmosfer mencekam di Tomohon, Sulawesi Utara, tempat legenda lama kembali hidup dan membawa teror tak terbayangkan.

Ketegangan demi ketegangan disajikan dalam potongan-potongan adegan yang makin intens. Ada wajah sejumlah warga yang diliputi rasa takut, konflik antar-keluarga hingga kemunculan sosok misterius yang diyakini sebagai Songko, makhluk pengisap darah para wanita muda di desa tersebut.

Memantik Konflik Horizontal

Deretan potongan adegan ini membuat trailer film Songko terasa gelap, mencekam, sekaligus menyisakan banyak pertanyaan di benak penonton tentang apa yang sebenarnya terjadi di desa tersebut.

Ketakutan perlahan jadi kepanikan. Tuduhan demi tuduhan muncul hingga memantik konflik horizontal. Annette Edoarda menyebut Songko menyodorkan cerita unik dan memberi pengalaman berbeda di lokasi syuting.

Merasakan Atmosfer Berbeda

“Selama syuting, kami benar-benar merasakan atmosfer berbeda. Lokasi di Tomohon dengan cerita legenda yang kuat membuat suasananya terasa hidup. Saat menonton trailer Songko, ketegangannya benar-benar terasa,” katanya.

Trailer ini membuat Annette Edoarda optimistis, Songko akan disambut hangat para pencinta sinema di Tanah Air. “Semoga penonton bisa merasakan kengerian yang sama saat menonton filmnya di bioskop nanti,” Annette Edoarda menyambung.

Dekat Dengan Budaya

Diberitakan sebelumnya, Songko yang tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026 disutradarai Gerald Mamahit, yang pernah menulis naskah film KKN di Desa Penari. Songko menandai debutnya sebagai sutradara layar lebar.

Songko adalah cerita yang dekat dengan budaya dan legenda masyarakat Minahasa. Kami ingin menghadirkan horor autentik. Bukan hanya menakutkan, tapi memiliki akar cerita yang kuat dari tradisi lokal,” ucap Gerald Mamahit di Jakarta, Kamis (2/4/2026). 

Eksklusif Muhadkly Acho: Setelah Agak Laen 2 Tembus 11 Juta Penonton, Saatnya Kembali ke Titik Nol

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |