Eksklusif Fajar Nugra, Lebih Takut Dihantui Pocong Atau Dikejar Tagihan Pinjol?

3 hours ago 1

Jadi intinya...

  • Fajar Nugra bintangi "Warung Pocong" sebagai Kartono, sandwich generation terjerat utang.
  • Film ini padukan horor komedi dengan isu sosial relevan seperti utang dan pinjol.
  • Sutradara Bendolt terinspirasi film Thailand, gunakan adegan "nge-freeze" untuk komedi.

Liputan6.com, Jakarta - Fajar Nugra memperkenalkan film terbarunya, Warung Pocong karya sineas Bendolt. Dalam film bergenre horor komedi ini, ia memerankan Kartono, cowok sandwich generation yang diwarisi utang oleh ayahnya. Harus membiayai orang tua dan adik membuat kondisi ekonomi Kartono kian sulit. Suatu hari, Kartono ditawari pekerjaan menjaga warung dengan gaji Rp50 jutaan per bulan. Tergiur gaji, ia pun menerima. Konsekuensi pekerjaan ini di luar dugaan.

Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, belum lama ini, Fajar Nugra menjelaskan, biang teror dalam film Warung Pocong adalah pocong itu sendiri. Ia membenarkan pocong salah satu hantu legendaris sekaligus populer di Indonesia. Fajar Nugra menilai pocong lebih menakutkan daripada kuntilanak atau sundel bolong. Dalam sesi seru-seruan, ia menyebut pocong lebih seram daripada ditagih pinjol.

“Takut (pocong) tapi cuma 50 persen. Ya sudah, itu kan sosok hantu yang akhirnya kita tahu tapi belum tentu kita lihat. Aku alhamdulillah, sampai sekarang belum pernah melihat (penampakan pocong),” ujar Fajar Nugra yang populer lewat film KKN di Desa Penari.

“(Daripada ditagih pinjol lebih seram) pocong sih. Bukan karena saya orang kaya, ya. Lebih ke, saya menghindari pinjol. Masyaallah. Kenapa? Karena nomor saya sering dijadikan jaminan pinjaman online. Dari foto yang minjam kan kelihatan,” akunya lalu tertawa lepas.

Akhirnya Semua Relate

Warung Pocong tak hanya menyajikan horor komedi untuk menghibur penonton. Film ini memuat sejumlah tema sosial yang relevan. Selain sandwich generation, Warung Pocong menyentuh persoalan utang, investasi bodong, hingga lowongan kerja menyesatkan.

“Kalau akhirnya semua relate jadi merasa nantinya apa yang kami buat dan mainkan, sangat bisa sampai ke penonton. Aktingnya maupun materi komedinya,” Fajar Nugra menyambung.  

Referensi Film Thailand

Bendolt mengondisikan para pemain berpijak pada dialog yang tercantum dalam skenario. Nuansa komedi datang dari situasi yang dihadapi para tokoh dalam kisah Warung Pocong.

“Kalau buat aku sendiri sangat menantang. Pak Bendolt punya treatment sendiri untuk akting. Dia ingin punya referensi akting yang beda daripada film-film Indonesia biasanya, aku merasanya begitu. Referensi dia adalah film-film Thailand,” beri tahu Fajar Nugra.

Adegan Nge-Freeze

“Itu yang membuat aku merasa kayak wah ini bagaimana caranya, karena film-film Thailand banyak menyajikan adegan nge-freeze. Editing yang (nantinya) bisa memunculkan komedi situasi itu,” pungkas Fajar Nugra.

Selain Fajar Nugra, Warung Pocong yang tayang di bioskop mulai 9 April 2026 dibintangi Randhika Djamil, Sadana Agung, Teuku Rifnu Wikana, Shareefa Daanish, Kiki Narendra, Arla Ailani, hingga Whani Darmawan.

Dewa Budjana Siap Gelar “Pranayama Concert”, Sajikan Pengalaman Musikal Intim

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |