Dude Harlino Akui Tak Hanya Jadi BA, Sempat Jajal Produk Investasi di PT DSI

6 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Dude Harlino memberikan kesaksiannya dalam sidang dugaan penggelapan dana PT DSI, di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, pada Rabu (9/9/2026). Dalam sidang tersebut, Dude yang hadir bersama istrinya, Alyssa Soebandono, menjelaskan awal mula terjalin kerjasama menjadi brand ambassador.

Dalam persidangan, Dude Harlino menjelaskan bahwa dirinya memiliki kebiasaan mencoba langsung produk yang ditawarkan sebelum mempromosikan kepada publik. Hal itu juga dilakukan saat menjadi brand ambassador (BA) PT DSI pada 2022.

"Baik. Di tahun 2022 saya memang membiasakan sebagai BA, Pak, saya mencoba produknya. Apa pun produk yang saya iklankan, saya berusaha juga pengin tahu produknya seperti apa," ujar Dude Harlino dalam persidangan.

Setelah mencoba layanan tersebut, Dude kemudian memutuskan ikut mendanai salah satu proyek pembiayaan yang tersedia di aplikasi DSI. Ia menyebut proyek yang dipilih berada di kawasan Bintaro.

"Dan saat itu kemudian saya coba untuk bergabung di proyeknya kalau tidak salah ditulis di aplikasinya itu di daerah Bintaro," katanya kepada Jaksa.

Dude menyebut investasi tersebut berlangsung sekitar 10 bulan. Setelah masa pendanaan berakhir, ia baru dapat menarik seluruh dana investasinya pada 2023.

"Kemudian masanya kalau enggak salah 10 bulan di BAP ya, dan setelah selesai berapa bulan setelah itu, mungkin satu tahun lebih baru kami bisa menarik, kami tarik semuanya. Jadi di 2023," tuturnya.

Proses Investasi yang Dijalani

Dalam persidangan, Dude juga mengungkapkan bahwa modal investasinya disetorkan sekaligus. Ia mengatakan investasi tersebut sempat memberikan imbal hasil sebesar Rp 61 juta. Saat itu, proses investasi yang dijalaninya masih berlangsung lancar tanpa kendala.

"Itu langsung, Pak. Rp 61 juta," kata Dude saat ditanya mengenai imbal hasil yang diterimanya.

Sementara itu, Alyssa Soebandono menegaskan dirinya tidak menjadi lender secara langsung. Menurut Alyssa, Dude menjadi perwakilan keluarga untuk mencoba layanan DSI dan memahami cara kerja aplikasi tersebut.

"Tidak, Pak. Jadi memang yang hanya menjadi lender itu adalah suami saya. Tapi saya coba tahu seperti apa aplikasinya bekerja, bagaimana Dana Syariah ini bekerja karena kami merasa kami perlu mencoba, begitu. Jadi memang ada perwakilan dari antara kami berdua dan suami saya menjadi perwakilan untuk menjadi lender," ujar Alyssa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Dude kemudian menjelaskan alasan dirinya merasa yakin untuk mengikuti proyek pembiayaan tersebut. Ia mengaku mendapat penjelasan bahwa DSI memiliki aset fisik yang menjadi dasar atau underlying dari pembiayaan. "Jadi dijelaskan waktu itu memang yang disampaikan kepada kami bahwa DSI ini punya landasan fisik berupa asetnya, gitu. Kalaupun terjadi sesuatu, nanti itu bisa menjadi underlying-lah untuk bisa dicairkan seperti itu. Jadi kurang lebih bahasa yang disampaikan kepada kami bahwa perbedaan DSI ini adalah karena memang berbasisnya dia mempunyai aset yang suatu waktu nanti kalau memang terjadi sesuatu itu bisa digunakan, seperti itu, Pak," jelas Dude. Dude mengaku baru mengetahui adanya persoalan gagal bayar yang dialami sejumlah lender setelah menerima banyak pesan melalui akun Instagram pribadinya. Ia memperoleh informasi lebih lengkap mengenai persoalan DSI setelah menyaksikan Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI melalui siaran langsung YouTube.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |