Deretan Saham Paling Boncos dalam Sepekan, Big Caps Tekan IHSG

4 hours ago 4

loading...

Pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) menjadi faktor utama yang menekan IHSG, berikut daftar dan besaran penurunannya. Foto/Dok

JAKARTA - Pergerakan saham- saham berkapitalisasi besar (big caps) menjadi faktor utama yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang periode 20-24 April 2026. Sejumlah emiten unggulan dari sektor perbankan, telekomunikasi, hingga energi mencatatkan pelemahan signifikan dan menyeret indeks ke zona merah.

Berdasarkan data perdagangan, saham- saham dengan kapitalisasi pasar besar mencatat kontribusi negatif paling dominan terhadap IHSG. Beberapa di antaranya adalah BBRI yang turun 10,5% dalam sepekan, BBCA melemah 5,84%, serta TLKM yang terkoreksi 9,35%. Selain itu, saham BMRI juga turun 2,6%, memperkuat tekanan dari sektor perbankan yang selama ini menjadi penopang utama indeks.

Dari sektor energi dan sumber daya, tekanan lebih dalam terlihat pada saham BREN yang merosot 30,26% serta DSSA yang anjlok hingga 37,85%. Kedua saham ini memberikan kontribusi penurunan indeks yang signifikan, seiring besarnya kapitalisasi pasar yang dimiliki.

Baca Juga: IHSG Ambruk 6,61% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tergerus Jadi Rp12.736 Triliun

Pada penutupan perdagangan, Jumat (24/4/2026) DSSA ditutup di level 2.020, BREN turun ke level 4.620, BBRI turun ke ke level 3.070 atau hampir menjadi yang terendah dalam sepakan di level 3.060, BBCA turun ke level 6.050, BMRI turun ke level 4.500, dan TLKM turun ke level 2.810.

Secara keseluruhan, koreksi pada saham-saham big caps tersebut memberikan dampak besar terhadap arah IHSG. Hal ini mengingat struktur indeks yang masih didominasi oleh emiten-emiten berkapitalisasi besar, sehingga pergerakan harga pada saham-saham ini sangat memengaruhi kinerja indeks secara agregat.

IHSG mencatat pelemahan signifikan sepanjang pekan 20-24 April 2026. IHSG ditutup di level 7.129,490, turun 6,61% dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya di level 7.634,004. Secara absolut, indeks kehilangan 504,514 poin.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |