Cerita Reza Rahadian Arahkan Artis Tunanetra di Film Annisa: Fokus, Profesional, Tanpa Perlakuan Khusus

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Reza Rahadian kembali menunjukkan taringnya di balik layar dengan menyutradarai sebuah film pendek emosional bertajuk Annisa yang melibatkan anak tunanetra sebagai bintang utama. Dalam proses kreatif film ini, Reza memiliki prinsip untuk tidak memberikan perlakuan istimewa yang berlebihan kepada sang pemeran utama agar profesionalisme tetap terjaga.

"Aku nggak mau men-treat dia kayak ayo diperlakukan secara khusus," ujar Reza saat berbincang di IFI, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Menurut Reza ini, hal yang terpenting bekerja sama dengan penyandang disabilitas adalah saling menghargai sebagai sesama manusia tanpa adanya sekat. Reza menekankan bahwa kesetaraan di lokasi syuting merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman

"Bagaimana memanusiakan dia sama kayak kita saja," lanjut Reza Rahadian.

Pendekatan inklusif ini diterapkan Reza sejak hari pertama produksi di lokasi syuting demi membangun mentalitas kerja yang kuat pada diri Annisa. Reza membiasakan memberikan instruksi secara lugas dan jelas layaknya sedang berbicara kepada aktor-aktor profesional lainnya.

"Ayo Annisa, fokus," ungkapnya saat memberikan aba-aba di tengah set.

Kejelasan komunikasi menjadi aspek penting bagi Reza guna menjaga ritme produksi yang efisien sekaligus memberikan arahan teknis yang tepat bagi pemainnya. ia mendorong sang aktor cilik agar selalu memberikan performa terbaik dalam setiap pengambilan gambar.

"Take-nya yang benar. Ayo ini," ucapnya menyemangati sang talenta muda agar tetap konsisten.

Reza Rahadian Dapat Ekspresi Mahal

Tantangan di lapangan sering kali memunculkan momen emosional, terutama saat Annisa merasa melakukan sedikit kekeliruan dalam memperagakan sebuah adegan. Bukannya merasa tertekan atau menangis, bocah berbakat itu justru menunjukkan kedewasaan dengan mengakui kesalahannya di hadapan seluruh kru yang bertugas.

"Maaf, maaf, maaf Om Reza," kata Reza menirukan ucapan tulus dari Annisa. "Nggak apa-apa Annisa, it's okay kita ulang lagi."

Selama dua hari proses syuting yang berlangsung di sebuah rumah susun, tim produksi juga menerapkan aturan untuk meminimalkan suara keras guna menjaga kenyamanan Annisa. Ia terus mendampingi proses adaptasi sang aktor agar konsentrasinya tidak terganggu oleh bunyi asing yang berisiko memicu rasa panik.

Dedikasi yang diberikan oleh Annisa rupanya membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Menurut Reza, kejujuran ekspresi yang terpancar dari wajah seorang tunanetra asli memiliki nilai artistik sangat tinggi yang tidak mungkin bisa diduplikasi oleh pemeran biasa. "Ekspresinya yang mahal. Kalau aku punya pilihan ambil aktor siapa saja terus pura-pura menjadi seorang tunanetra, ya bedalah pastilah hasilnya," katanya.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |