Bhisma Mulia Jadi Pewaris Ilmu Misterius di Film The Bell: Panggilan untuk Mati

14 hours ago 5

Jadi intinya...

  • Bhisma Mulia perankan Danto di film "The Bell", pewaris ilmu Belitung yang lari dari tanggung jawab.
  • Karakter Danto digambarkan sebagai pria "green flag" yang setia dan bertanggung jawab.
  • Film "The Bell" menjanjikan teror mencekam dengan ketegangan yang dibangun rapi.

Liputan6.com, Jakarta - Bhisma Mulia kembali menyapa penggemar lewat proyek layar lebar terbarunya berjudul The Bell: Panggilan untuk Mati. Dalam film ini, Bhisma memerankan karakter Danto, pria yang memikul beban tradisi cukup berat.

Bhisma Mulia mengungkapkan bahwa Danto merupakan warga asli Belitung. Beban yang dipikul itu membuat Danto memutuskan merantau, hingga sebuah peristiwa besar memaksanya untuk kembali ke kampung halaman.

"Danto sebenernya orang Belitung, cucu Tuk Baharum yang dibebani tanggung jawab sangat besar karena dia adalah satu-satunya pewaris terakhir ilmu dari Tuk Baharum," kata Bhisma Mulia di XXI Metropole, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

"Tapi dia memutuskan untuk lari dari tanggung jawab, dia pergi merantau sampai akhirnya ada alasan untuk kembali. Nah dari situ tuh, panjang," ia menyambung.

Meski memiliki latar belakang yang cukup misterius, Danto digambarkan sebagai pria dengan kepribadian yang sangat positif bagi wanita di sekitarnya. Bhisma menyebut karakter yang ia perankan adalah tipe pria idaman atau yang sering disebut sebagai green flag oleh generasi masa kini.

"Tapi sebenarnya si Danto ini green flag kok. Dia tadi kayak yang dibilang, orangnya setia... tadi kan disebut, orangnya setia, terus baik, apa namanya... berusaha untuk memenuhi tanggung jawab dan dia green flag banget," katanya.

Teror dalam Film The Bell

Diakui Bhisma bahwa kesan pertama saat membaca skenario menjadi alasan dirinya tertarik terlibat di film ini. Menurut Bhisma, suasana mencekam dalam film The Bell dibangun dengan sangat rapi hingga memberikan teror yang luar biasa bagi penonton.

"Waktu pertama kali baca skenario ini, aku melihat film The Bell ini adalah salah satu film horor yang dibangun ketegangannya seperti film horor di mana saat kalian nggak bisa keluar rumah, cuma bisa ada di dalam rumah, nggak bisa keluar dari rumah itu sama sekali karena di luar rumah ada teror bergema," jelasnya.

Tantangan Bahasa Belitung

Demi mendalami perannya, Bhisma harus bekerja keras mempelajari bahasa daerah setempat yang cukup khas. Beruntung, ia mendapatkan bantuan langsung dari salah satu aktor yang sudah sangat akrab dengan budaya di tanah Laskar Pelangi tersebut.

"Untuk bahasa Belitung sangat dimudahkan sama si Fanny ya. Jadi Fanny itu adalah cast salah satu film Laskar Pelangi, Ikal, kalau teman-teman pada tahu," aku Bhisma.

Berharap Penonton Indonesia Terhibur The Bell: Panggilan untuk Mati

Sebagai pemain, Bhisma menyampaikan rasa kagumnya melihat perilisan cuplikan perdana film tersebut. Bhisma berharap, hadirnya film The Bell: Panggilan untuk Mati dapat menghibur para penikmat film horor di tanah air.

"Dan untuk tadi ya melihat film... apa? Trailer-nya, keren banget sih. CGI-nya keren banget. Aku salah satu orang yang sangat mencintai film horor," pungkas Bhisma.

7 Potret Ruang Mainan Moana Anak Ria Ricis, Penuh Warna, Edukatif dan Seru

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |