Arbani Yasiz Bahas Fenomena Sandwich Generation Usai Syuting Serial Keluarga yang Tak Dirindukan

1 day ago 6

Jadi intinya...

  • Arbani Yasiz memaknai keluarga dan fenomena sandwich generation.
  • Ia setuju orang tua bisa merawat banyak anak, tapi anak belum tentu merawat orang tua.
  • Serial ini cermin refleksi diri tentang peran dan kehangatan keluarga.

Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak cerita dari lokasi syuting Keluarga Yang Tak Dirindukan. Salah satunya datang dari pemeran Thoriq, Arbani Yasiz. Syuting serial ini membuatnya memaknai lagi keluarga dan fenomena sandwich generation yang belakangan kerap dibahas di jagat maya.

Tak ada perubahan perspektif dalam memandang orang tua dari sebelum dan sesudah syuting Keluarga Yang Tak Dirindukan. Namun, bintang film Pabrik Gula mengamini ujaran orang tua bisa merawat 10 anak, sementara 10 anak belum tentu bisa merawat orang tua.

“Perspektif yang berbeda sih enggak ya. Karena balik lagi ini masalah individu. Misalnya ada seorang anak yang jahat sama orang tuanya tapi ada juga orang tua jahat sama anaknya,” kata Arbani Yasiz kepada Showbiz Liputan6.com di Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Tapi aku lebih setuju dengan kata-kata ini: Orang tua mungkin bisa mendidik atau merawat 10 anak, tapi 10 anak belum tentu bisa merawat orang tuanya,” imbuhnya lalu menyorot fenomena sandwich generation, merujuk pada kelompok orang dewasa yang “terjepit” di antara dua tanggung jawab yakni merawat orang tua yang lanjut usia dan membesarkan anak-anak mereka sendiri. Fenomena ini makin umum terjadi di masyarakat modern.

Seiring meningkatnya usia harapan hidup dan perubahan struktur dalam keluarga, sandwich generation menjadi tema yang lazim dalam diskusi di ruang publik termasuk medsos. Arbani Yasiz mencoba berempati pada mereka yang kini menjadi sandwich generation.

Sandwich generation ini memang berat. Pasti banyak orang yang mengalami hal seperti itu. Kadang kita bingung harus memprioritaskan yang mana, diri sendirikah? Keluarga, atau masa depan,” ucap Arbani Yasiz. Ia tak mau menghakimi kondisi orang lain.

Keluarga Yang Dirindukan

Kehadiran serial Keluarga Yang Tak Dirindukan diharapkan jadi cermin untuk merefleksi diri, menumbuhkan rasa syukur, dan meresapi kembali peran sebagai anggota keluarga. Arbani Yasiz bersyukur keluarganya selalu dirindukan.

“Kalau aku sih enggak ada karena alhamdulillah keluargaku keluarga yang dirindukan, bukan keluarga yang tak dirindukan. Jadi, enggak relate sebenarnya. Cuma, jadi belajar dari karakter Bapak, Ibu, Thoriq, Firza, Zahra, terus ada Ical,” akunya.

Cara Mendidik, Cara Merawat

Tak hanya belajar karakter, Arbani Yasiz yang kini telah menikah belajar mendidik anak dan bagaimana merespons musibah. Mengingat, musibah datang tak diundang dan seringkali manusia gagal merespons dengan bijaksana.

“Terlebih kayak cara mendidik atau sampai sekarang pun bagaimana cara kita merawat orang tua dengan baik. Makanya aku bilang ini tontonan yang bagus buat kita-kita. Kita bisa nonton supaya bisa berkaca, bisa sama-sama belajar,” Arbani Yasiz membeberkan.

Kenyamanan dan Kehangatan

Keluarga Yang Tak Dirindukan tayang di MDTV dan Netflix mulai 13 Februari 2026. Selain Arbani Yasiz, serial ini dibintangi Miqdad Addausy, Nabila Zavira, hingga Kiki Narendra. Arbani Yasiz membenarkan, keluarga mestinya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan hangat.

“Maksudnya kenyamanan dan kehangatan itu didapat dari keluarga. Jadi kalau kondisinya (tidak ideal) seperti itu, mari kita cari kesalahannya di mana dan mari kita perbaiki bareng-bareng. Itu sih, problem solving-nya,” pungkasnya.

Iis Dahlia Bangga Nonton Penampilan Salsha Indrajaya di Teater Musikal Bukan Cinta Galih dan Ratna

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |