Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, RAD Ditarget Rampung 2027

7 hours ago 15

loading...

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Bogor Endah Purwanti, menekankan perlunya intervensi menyeluruh untuk perlindungan anak. Foto/Dok. SindoNews

BOGOR - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor mengungkap aksi kekerasan terhadap anak kini tidak hanya melibatkan remaja usia 15–17 tahun, tetapi juga anak usia dini berumur 6 tahun sebagai terduga pelaku. Pergeseran tren ini dinilai bukan sekadar masalah penanganan hukum, melainkan sinyal bahaya atas rapuhnya benteng pengasuhan di tingkat keluarga.

Menanggapi laporan KPAID, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor Endah Purwanti, menekankan perlunya intervensi menyeluruh untuk perlindungan anak . "Penanganan tidak boleh berhenti pada pendampingan korban, tetapi juga wajib menyentuh anak yang menjadi pelaku melalui pendekatan edukatif dan psikologis," katanya, Kamis (17/9/2026). Baca juga: Angka Kekerasan Tembus 21.000, Kepala Daerah Berikan Perlindungan pada Anak

Perlu edukasi dini di tingkat PAUD untuk pengenalan batasan tubuh, interaksi sosial yang aman, serta perlindungan diri wajib diajarkan sejak usia dini dengan metode pembelajaran yang sesuai perkembangan anak. "Peran orang tua untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui program parenting. Perceraian, lingkungan tidak kondusif, dan minimnya komunikasi dalam rumah tangga diidentifikasi sebagai pemicu utama masalah anak," jelas anggota Komisi ll DPRD Kota Bogor ini.

Endah mengatakan, DPRD bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor tengah merumuskan Rencana Aksi Daerah (RAD) Perlindungan Anak yang ditargetkan rampung pada 2027. Ia menegaskan Perwali sebagai turunan dari Perda Perlindungan Anak (P4A) harus dibarengi dengan komitmen anggaran yang jelas pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Ke depan, dokumen RAD Perlindungan Anak 2027 diharapkan menjadi acuan baku dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor agar program pencegahan berjalan secara berkelanjutan," ungkapnya.

(poe)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |