Ammar Zoni Akui Kesalahan di Sidang Pleidoi Kasus Narkoba, Bertekad Sembuh dari Adiksi

7 hours ago 4

Jadi intinya...

  • Ammar Zoni membacakan pledoi emosional, mengakui kesalahan narkoba di persidangan.
  • Ia menyatakan ini kesempatan terakhir, berjanji berubah dan tidak kembali terjerumus.
  • Ammar menekankan pentingnya pemulihan berkelanjutan, seperti bersepeda agar tidak jatuh.

Liputan6.com, Jakarta - Ammar Zoni kembali menjalani kelanjutan proses hukum terkait kasus dugaan peredaran narkoba yang menjeratnya. Persidangan kali ini menjadi momen yang sangat emosional karena Ammar diberikan kesempatan untuk membacakan nota pembelaan atau pledoi di hadapan majelis hakim.

Ammar Zoni tampak berusaha tegar demi menyampaikan isi hati yang paling dalam mengenai perjalanan hidupnya yang kelam. Ammar mengaku telah menyiapkan materi pembelaan ini secara sangat personal dan jujur agar hakim bisa melihat kesungguhannya untuk berubah.

"Dan saya pikir, di tempat ini adalah tempat terakhir untuk saya datang lagi gitu lho, hadir di tempat ini dan menjadi sebagai duduk di kursi ini (kursi terdakwa)," kata Ammar Zoni saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

"Ini yang terakhir. Jadi saya, saya mempersiapkan pledoi ini betul-betul secara eksplisit yang saya bicarakan dari awal tentang kisah hidup saya sebenarnya," sambung Ammar Zoni.

Dalam penyampaiannya, Ammar menceritakan bagaimana ia berkali-kali terjerumus ke lingkaran hitam narkotika, meski telah mencoba untuk menjauh. Ia merasa bahwa kejujuran dalam pledoi ini adalah satu-satunya jalan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, baik kepada hukum maupun kepada publik.

Ammar menyatakan bahwa dirinya tidak ingin mencari pembenaran atas tindakan melanggar hukum yang telah dilakukannya. Ia menyadari bahwa ketergantungan pada zat terlarang tersebut merupakan sebuah kesalahan fatal yang telah merugikan diri sendiri serta keluarga besarnya.

"Saya juga nggak menyatakan kalau saya secara... secara murni gitu ya, secara murni memang tidak bersalah, nggak. Saya tahu saya bersalah. Saya bersalah, saya bersalah, yang paling penting bersalah kepada diri saya sendiri yang berkali-kali selalu jatuh, jatuh, dan jatuh lagi," katanya.

Recovery Is Like Cycling

Kesadaran akan kesalahan yang berulang membuat Ammar lebih fokus pada proses pemulihan jangka panjang, agar tidak kembali tergelincir di masa depan. Ammar sangat memahami bahwa perjuangan melawan adiksi bukanlah perkara mudah dan membutuhkan keteguhan hati yang luar biasa setiap harinya.

"Dan alhamdulillah, menjaga recovery ini, recovery is like cycling, whenever you stop you fall (Pemulihan itu seperti bersepeda, kapan pun kamu berhenti, kamu akan jatuh). Jadi, it’s like saya harus terus mempertahankan recovery saya. Makanya saya minta dukungan juga kepada semua masyarakat," urainya.

Saya Bersalah Gunakan Narkoba

Ammar Zoni berharap masyarakat luas bisa mengambil pelajaran berharga dan tidak mengikuti jejak kelam yang pernah ia lalui. Ia ingin publik memahami betapa hancurnya kehidupan seseorang ketika sudah terjebak dalam ketergantungan narkotika yang sangat merusak.

"Saya bersalah gunakan narkoba. Saya bersalah alasan apa pun yang saya lakukan, saya tetap saya bersalah. Saya korban, saya sakit," ucap Ammar Zoni.

Valen DA7 dan Afan DA5 Dipercaya Bawakan Lagu Meraih Mimpi, Theme Song Band Academy Indosiar

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |