loading...
Polytron menjadi merek nasional yang tumbuh bersama setiap generasi keluarga Indonesia. Foto: Sindonews/Danang Arradian
JAKARTA - Ketika percakapan tentang raksasa teknologi hampir selalu mengarah ke Amerika Serikat atau China, Indonesia sebenarnya memiliki merek yang sudah 51 tahun bertahan dan kini menguasai sebagian besar market share produk elektronik dalam negeri. Termasuk, 64 persen pasar audio nasional.
Merek itu adalah Polytron.
Perusahaan elektronik asal Kudus, Jawa Tengah, itu berdiri pada 18 September 1975. Usia barunya dirayakan lewat Polytron Fest 51st Anniversary di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta, 19-20 September 2026.

Festival ini menjadi panggung peluncuran kampanye "Bangga Terus Melangkah" bersama Maliq & D'Essentials, yang akan diwujudkan dalam sebuah video musik.
Data GfK per Juni 2025 menunjukkan posisi Polytron di pasar. Polytron memimpin pasar audio dengan pangsa 64 persen. Di kulkas (27 persen) dan televisi LED (16 persen), Polytron menempati peringkat kedua. Di mesin cuci (15 persen), Polytron berada di peringkat ketiga. Di pendingin udara, pangsanya baru 4 persen.
.jpg)
Dominasi audio bukan hal baru. Pangsa audio Polytron sudah 50 persen sejak 1980. Di kulkas, mencapai 20-30 persen.
Perjalanan itu dimulai dari produksi komersial televisi hitam-putih 20 inci pada 1978, disusul televisi berwarna 22 dan 26 inci setahun kemudian.
Pada 1992, Polytron mengekspor televisi berwarna ke Eropa. Inovasi berlanjut lewat televisi berteknologi Zeppelin Speaker yang dipatenkan (2001) dan audio Nano Hifi dengan empat paten (2010).
Pada 2017, output produksinya mencapai 10 juta unit per tahun dari pabrik di Kudus dan Sayung, Demak. Kini, lini produknya membentang dari AC, oven listrik, dispenser, televisi, dan speaker hingga laptop, monitor, serta motor dan mobil listrik.
Polytron juga berani masuk ke pasar yang dikuasai merek global. Pada 2011, perusahaan terjun ke bisnis ponsel.

Lini smartphone Prime, Zap, dan Rocket sempat menjadi kebanggaan konsumen Indonesia. Zap 5 (2015) tercatat sebagai ponsel 4G LTE pertama yang memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Setahun kemudian lahir sistem operasi buatan sendiri, FIRA OS.































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4953618/original/005697300_1727331981-photo_2024-09-26_13-08-45.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340967/original/064046700_1788541246-WhatsApp_Image_2026-09-04_at_16.26.10.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340600/original/092639000_1788511601-videoframe_5100.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340882/original/013145500_1788528328-SaveClip.App_794141164_18635096560001281_8603329996725249800_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7148863/original/040932700_1779937035-phone_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289866/original/053202600_1783416904-kungfusoccer1200.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4589219/original/009214200_1695721244-EA_Sports_FC_Mobile.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4689887/original/091325800_1702878682-tecno_spark_20_pro.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/7149992/original/052827700_1779938273-Cara_download_FC_Mobile_di_Android_dan_iOS_01.jpg)
