4 Cara Optimalkan AI untuk Cegah Serangan Siber di Perusahaan

1 day ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Semakin masif penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan banyaknya terhubung ke berbagai tempat, celah keamanan menjadi risiko utama.

Dari aplikasi, API, data yang saling terhubung antar sistem dan lingkungan, infrastruktur, hingga agen AI.

Risiko ancaman siber ini dapat muncul dari kebocoran data, penyalahgunaan API, manipulasi model dan instruksi, hingga celah akses dan identitas.

Tradisional AI memiliki risiko lebih kecil dibandingkan agen AI yang bisa langsung bertindak dan bukan hanya menjawab pertanyaan. Hal ini membuat agen AI mempunyai kewenangan juga dampak lebih besar.

Melalui acara media briefing Akamai APAC, Kamis (20/8/2026), Reuben Koh, Security Technology and Strategy Director, Asia-Pacific and Japan membagikan empat hal yang harus dijadikan prioritas perusahaan agar alat dari Akamai dapat berjalan maksimal dalam mencegah serangan siber.

  • Fokus ke eksekusi nyata, yaitu perusahaan perlu beralih fokus dari sekadar uji coba ke penerapan produksi yang aman dan terukur hasilnya.
  • Membangun infrastruktur real-time, yaitu perusahaan dapat menyalurkan pengalaman AI lebih cepat ke pengguna, aplikasi dan, data.
  • Satukan performa dan keamanan, yaitu kecepatan, keamanan, dan aturan harus dirancang sedari awal.
  • Perusahaan perlu menyiapkan sistem yang fleksibel untuk aturan dan berbagai kondisi jaringan.

Untuk menunjang revolusi AI pada perusahaan, Akamai siap menjadi solusi, tidak hanya dari segi keamanan, tetapi juga pengiriman data hingga daya komputasi.

Keunggulan Akamai

Untuk mendukung kebutuhan pelanggan, Akamai menyediakan jaringan global berkapasitas besar dan telah diaplikasikan ke banyak brand yang tersebar di berbagai negara.

Akamai sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun melayani pelanggan di Asia Pasifik dengan mencapai pendapatan tahunan USD 1 miliar (sekitar Rp 17,7 triliun) pada 2025.

Kapasitas jaringan Akamai sendiri sebesar 1.000+ Tbps dan memiliki lokasi edge lebih dari 4.300. Bahkan, jaringannya sudah terkoneksi ke lebih dari 1.200 jaringan di 700 lebih kota dan 130 lebih negara.

Beberapa brand yang mempercayai Akamai dalam pengadopsian AI adalah Adidas, Adobe, Airbnb, Casio, Panasonic, dan masih banyak lagi.

Akamai membantu organisasi di Asia Pasifik untuk membangun, mengamankan, dan mengembangkan generasi berikutnya dari pengalaman digital AI.

Bukti Nyata Peningkatan Infrastruktur Bisnis

Platform penyedia layanan bisnis AI, GoVeda, disebutkan memiliki tantangan dalam mengolah database AI berukuran raksasa. Mereka membutuhkan infrastruktur cepat dan penghematan biaya.

Solusinya, dengan bermigrasi ke Akamai Cloud dan menggunakan prosesor G8 & GPU RTX 6.000 Pro, performa naik 30% dan biaya berkurang 20%.

Sementara itu, penyedia layanan telekomunikasi di India, Sarv, membutuhkan infrastruktur yang hemat biaya untuk sistem darurat, pencegahan kejahatan siber, dan alat kolaborasi.

Setelah beralih ke Akamai Cloud yang dikelola CloudMinister, biaya operasional AI menurun, namun kecepatan dan keandalan tetap terjaga.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |