3 Apple Store Tutup Termasuk Gerai Pertama di AS, Ini Alasannya

20 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Apple mengumumkan rencana penutupan tiga gerai ritelnya (Apple Store) di Amerika Serikat (AS) pada musim panas ini (Juni 2026).

Keputusan tersebut memicu kontroversi lantaran salah satu lokasi yang akan ditutup, yakni gerai di Towson, Maryland, merupakan toko pertama dalam sejarah perusahaan yang berhasil membentuk serikat pekerja dan menyepakati kontrak kerja kolektif.

Selain Towson Town Center di Maryland, dua lokasi lain yang terdampak adalah Westfield Trumbull di Connecticut dan North County di Escondido, California.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui MacRumors, dikutip Minggu (12/4/2026), Apple mengonfirmasi langkah tersebut dengan alasan penurunan kondisi komersial di pusat perbelanjaan terkait.

Perusahaan menyebutkan bahwa hengkangnya sejumlah peritel besar dan memburuknya situasi di pusat perbelanjaan tersebut menjadi faktor utama penghentian operasional.

Nasib Karyawan dan Ketegangan Serikat Pekerja

Terkait nasib para pekerja, Apple menyatakan bahwa karyawan di gerai Trumbull dan North County akan dialihkan ke posisi yang sama di toko-toko terdekat. Namun, perlakuan berbeda diterapkan bagi karyawan di Towson.

"Karyawan di Towson akan memenuhi syarat untuk melamar posisi yang tersedia di Apple, sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian kerja kolektif," tulis pernyataan resmi perusahaan.

Kebijakan ini langsung menuai reaksi keras dari International Association of Machinists and Aerospace Workers (IAM), organisasi yang menaungi serikat pekerja di Towson. Sebagai informasi, para pekerja di lokasi tersebut baru saja mencapai kesepakatan kontrak kerja perdana dengan Apple pada 2024.

IAM menuding langkah penutupan ini merupakan upaya terselubung untuk memberangus serikat pekerja. Mereka membantah klaim Apple yang menyatakan bahwa perjanjian kerja kolektif menghalangi proses relokasi langsung bagi karyawan Towson.

"Klaim Apple bahwa perjanjian kerja kolektif mencegah relokasi adalah tidak benar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius bahwa penutupan ini merupakan upaya sinis untuk menghancurkan serikat pekerja," tegas perwakilan IAM dalam pernyataan tertulisnya.

Langkah Hukum

Pihak serikat pekerja menyatakan tengah menjajaki seluruh opsi hukum yang tersedia untuk melawan keputusan tersebut. Mereka juga berencana menggandeng pejabat pemerintah dan sekutu politik guna menuntut akuntabilitas dari Apple.

Hingga saat ini, Apple belum memberikan komentar tambahan selain pernyataan resmi yang telah dirilis sebelumnya.

Penutupan ini menandai babak baru dalam dinamika hubungan industrial Apple, yang dalam beberapa tahun terakhir mulai menghadapi gelombang pengorganisasian pekerja di berbagai wilayah AS.

Infografis: Daftar Perusahaan yang Terpuruk di Era Digital

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |