12 Potret Restoran Baru Ahmad Dhani, Artistik dengan Konsep 'Resto Culture'

17 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Ahmad Dhani, seorang musikus, politikus, sekaligus pengusaha ternama Indonesia, kembali memperluas kiprahnya di dunia bisnis kuliner dengan membuka restoran fine dining bernama Java Rock Dewa 19 Restography. Berlokasi di kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan, restoran yang berada tepat di pinggir jalan ini menjadi langkah lanjutan setelah kehadiran Wisma Dewa dan Kopi Dewa yang lebih dulu dikenal publik.

Java Rock Dewa 19 Restography disebut sebagai “kakak” dari Kopi Dewa, dengan konsep yang lebih eksklusif dan berstandar bintang lima. Restoran ini mengangkat kekayaan sejarah dan budaya sebagai identitas utama melalui konsep restography, yakni perpaduan antara restoran, fotografi, dan narasi sejarah yang dihadirkan secara visual di berbagai sudut ruang.

Melansir akun YouTube TAULANY TV, Ahmad Dhani menyebut Java Rock sebagai perwujudan Restaurant Culture yang tidak hanya menawarkan sajian kuliner, tetapi juga pengalaman budaya yang kuat. Nuansa artistik dan historis menjadi daya tarik utama restoran ini, sebagaimana potret yang dilansir Liputan6.com dari akun YouTube TAULANY TV, Selasa (10/2/2026).

1. Tampilan Eksterior Java Rock yang Elegan dan Modern dengan Sentuhan Klasik

Desain depan restoran Java Rock menampilkan kesan elegan dan modern dengan sentuhan klasik yang kuat. Fasadnya didominasi warna hitam pada struktur bangunan, mulai dari tiang-tiang besar hingga rangka atap, yang memberikan kesan kokoh, mewah, dan eksklusif. Deretan kolom tinggi di bagian depan mengingatkan pada gaya arsitektur kolonial, namun dikemas secara lebih modern dan minimalis.

Bagian depan restoran menggunakan dinding kaca lebar yang transparan, sehingga menciptakan kesan terbuka dan mengundang, sekaligus memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan. Logo “Java Rock” berwarna merah menyala ditempatkan di bagian atas tengah bangunan, menjadi titik fokus yang kontras dengan warna hitam di sekitarnya dan mudah menarik perhatian.

Area teras dengan tangga lebar di bagian depan menambah kesan megah dan rapi, sementara pencahayaan lampu bernuansa hangat di dalam ruangan memberi keseimbangan visual serta suasana yang nyaman bagi pengunjung.

2. Pintu Masuk dengan Gaya Klasik Kuat

Desain pintu pada ruangan ini menonjolkan gaya klasik–heritage yang kuat. Pintu utama terbuat dari kayu berwarna gelap dengan daun pintu ganda yang terbuka lebar, memberi kesan hangat, kokoh, dan berkelas. Di bagian atas pintu terdapat ventilasi dengan bingkai putih dan pola silang geometris, yang menambah detail dekoratif khas bangunan kolonial. Di sekeliling pintu, dinding berwarna gelap dihiasi deretan foto hitam-putih tokoh-tokoh bersejarah dalam bingkai ukiran hitam yang detail dan artistik, menciptakan nuansa vintage dan bersejarah.

Di sisi kiri dan kanan pintu diletakkan patung tradisional bernuansa etnik dengan warna mencolok, yang berfungsi sebagai elemen aksen sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Selain itu, sebuah vas besar berwarna hijau berisi rangkaian bunga putih ditempatkan di dekat pintu, memberikan sentuhan segar dan kontras yang lembut terhadap dominasi warna gelap di sekitarnya. Keseluruhan elemen ini berpadu menciptakan suasana interior yang elegan, berkarakter, dan sarat nilai estetika budaya.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |